PSBB Jabar Berlaku Besok, RK Minta Perketat Perbatasan

CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 16:38 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  (kiri) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan), memberikan keterangan pers usai melakukan koordinasi, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020). Menteri Dalam Negeri berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa Barat untuk memantau kesiapan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 salah satunya mengenai stok sembako bagi masyarakat serta kesiapan menjadikan RSHS sebagai rumah sakit khusus Covid-19 apabila terjadi kemungkinan penyebaran secara masif. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ama. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI).
Bandung, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepolisian dan TNI memperketat penjagaan di perbatasan kabupaten/kota menjelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jabar yang berlaku besok, Rabu (6/5). Pengetatan di perbatasan tujuannya untuk mengurangi pergerakan manusia keluar masuk Jabar untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Ridwan mengaku telah berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri dalam mempersiapkan PSBB Jabar.

"Besok akan dimulai PSBB skala provinsi, tadi saya koordinasi dengan Kapolda Jabar, Kapolda Metro, Pangdam III Siliwangi dan Pangdam Jaya, salah satu tugas utamanya adalah menjaga pergerakan di perbatasan," kata Emil, panggilan akrabnya di Mapolda Jabar Selasa (5/5).


Emil berharap, selama PSBB berlaku tidak ada pemudik dari Bandung raya maupun Jabodetabek yang masuk ke daerah lain di Jabar.

"Jangan sampai ada orang bocor dari Bandung ke Garut karena mau mudik, karena pemudik ini tidak hanya dari zona Jabodetabek ke desa-desa, zona Bandung juga sumber dari pemudik," ucapnya.

Selain itu, Emil mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar juga menargetkan 40 ribu tes swab selama PSBB tingkat provinsi.

Mantan Wali Kota Bandung ini optimistis dengan ketegasan petugas di daerah perbatasan, tes masif, dan kedisiplinan masyarakat, penyebaran Covid-19 di Jabar dapat ditekan.

"Mudah-mudahan dengan ketegasan TNI-Polri dan kedisiplinan masyarakat serta larangan mudik yang tegas ditambah pengetesan massal sebanyak 40 ribu selama PSBB ini harusnya menjelang Lebaran bisa lebih clear," katanya.

Jika hal itu terwujud, Emil menyatakan akan ada kelurahan atau desa yang direlaksasi. Dia menambahkan, ada arahan presiden Joko Widodo bahwa relaksasi itu bisa diizinkan.

"Mungkin boleh nanti setelah 14 hari itu, ada kegiatan ibadah asal berjarak selama ada bukti ilmiah dalam 14 hari ini (PSBB) berhasil," ujarnya.

Jawa Barat akan melaksanakan PSBB provinsi di 27 kota/kabupaten mulai 6 hingga 19 Mei 2020.

Sebelumnya PSBB di Jabar diterapkan di beberapa wilayah saja seperti Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Bandung Raya. (hyg/osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK