Bermula dari kunjungan Edy ke Rumah Sakit Martha Friska, Medan, Sumut pada Selasa (5/5). Dia ingin meninjau kondisi kesehatan pasien serta keadaan para perawat.
"Saya ke sini mau lihat semuanya. Berarti kalian (tenaga kesehatan) melaksanakan tugas dengan baik. Saya sempat berfikir negatif, tetapi setelah saya lihat semua oke," ujar Edy, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy lalu berbincang dengan Ory lewat telepon sambil melihat tayangan cctv. Dia kemudian meminta Ory push up untuk memastikan kondisinya baik-baik saja meski positif mengidap virus corona.
Ory tidak keberatan. Dia push up seperti dihendaki Edy selama beberapa kali.
"Setelah dinyatakan sembuh dan pulang dari RS Adam Malik, dia (Ory) menjalani isolasi mandiri. Tapi kembali dirawat di RS Martha Friska, ada kemungkinan reaktivasi dan reinfeksi," ungkap Aris.
Aris menyebutkan Ory belum melaksanakan tugasnya sebagai ajudan wagub Sumut terhitung sejak sembuh. Ory meminta izin kepada wagub Sumut untuk pulang ke rumah orang tuanya di Bireun, Aceh. Hingga kemudian, dia kembali dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
"Setelah sembuh kemarin itu, dia belum masuk kerja, jadi tidak ada riwayat kontak dengan Wagub Sumut dan para staf di sana. Karena dia pulang ke Aceh. Dinas Kesehatan setempat juga tengah melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap orang yang kontak erat dengan Ory," paparnya.