Data Corona 6 Mei: 240 Ribu ODP, 26 Ribu PDP

CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2020 17:16 WIB
Seorang pemudik diamankan polisi saat melintas di Surabaya, Rabu (29/4) karena bersuhu badan tinggi dan membawa surat keterangan RS sebagai ODP. Seorang pemudik diamankan polisi saat melintas di Surabaya, Rabu (29/4) karena bersuhu badan tinggi dan membawa surat keterangan RS sebagai ODP. (CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mencatat sebanyak 240.726 orang di Indonesia berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sejak awal Maret lalu hingga Rabu (6/5) pukul 12.00 WIB.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto menjelaskan bahwa sebagian besar dari pasien tersebut telah selesai menjalani proses pemantauan.

"ODP akumulasi sejak awal Maret, 240.726 dan sebagian besar lebih dari 200 ribu (orang) sudah selesai pemantauan dan kondisinya baik," kata Yuri saat konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (6/5).

Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, maka jumlah tersebut meningkat sebanyak 1.500 orang.


Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), pemerintah mencatatkan setidaknya terdapat 26.932 pasien dalam status tersebut. Jumlah itu meningkat 524 pasien jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Meskipun tak memberikan jumlah pasti terhadap pasien yang telah selesai diperiksa, namun Yuri menjelaskan bahwa sebagian besar dari pasien tersebut telah selesai ditangani dan bukan merupakan kasus positif Covid-19.

"Sebagian besar juga selesai penanganan dan ternyata bukan kasus Covid-19," lanjut dia.

Yuri menjelaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah melakukan pemeriksaan Polymerase chain reaction (PCR) terhadap 128.383 dari 92.976 orang.

Berdasarkan pemeriksaan, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 12.438  orang, sementara jumlah pasien meninggal berjumlah 895, dan pasien sembuh 2.317 orang.

Jika diakumulasikan, jumlah kasus positif itu bertambah 367 orang, lalu pasien sembuh bertambah 120 orang, dan pasien meninggal bertambah 23 orang dari Selasa (5/5).

Sebelumnya, Yuri menegaskan bahwa kunci pengendalian Covid-19 adalah kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan.

"Kita bersama-sama harus bisa menjalankan ini, kalau kita menginginkan pada bulan Juni pada bulan Juli kasus ini bisa kita dikendalikan. Komitmennya ada di kita," kata Yuri.

Dia berharap di bulan Agustus kondisi sudah kembali normal.

"Kita bisa menjalankan kehidupan menjadi lebih baik lagi," katanya, "Kita yakin bisa. Kuncinya adalah kita harus bersama dan bergotong royong."
(mjs/ugo)

[Gambas:Video CNN]