Padahal, katanya, Kementerian Riset dan Teknologi menyatakan siap menyediakan semua jenis alat kesehatan.
"Saya dari Fraksi Golkar dari Komisi VII melihat dan membaca ada indikasi permainan mafia kesehatan di Kemenkes yang seakan-akan membuat, membangun sebuah sistem yang sistem tersebut menolak produk-produk yang ada dalam negeri kita, di mana mendorong dan memprioritaskan produk-produk impor yang masuk," kata Maman dalam Rapat Kerja Gabungan yang disiarkan situs dpr go.id, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:KPK Minta Erick Thohir Laporkan Mafia Alkes |
Maman menyebut pejabat-pejabat di Kemenkes seperti orang "sakau" yang menambah penderitaan bangsa dengan menghalang-halangi lembaga lain untuk membantu penanganan Corona.
Salah satu alkes buatan dalam negeri, yakni Ventilator Resusitator Manual produksi PT Pindad. (VRM) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) |
"Saran saya pimpinan melalui rapat gabungan ini kita dorong apakah panja gabungan atau pansus untuk khusus menyoroti mafia kesehatan," tutupnya.
Merespons tudingan itu, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Dirjen Farmalkes) Kemenkes Engko Sosialine Magdalene mengaku telah melakukan relaksasi atau pelonggaran izin untuk alat kesehatan.
"Pada kesempatan baik ini bahwa relaksasi perizinan dan pendampingan perizinan sudah dilakukan," ujar Magdalene.
(dhf/arh)
