Pelanggar PSBB Surabaya Tak Bisa Perpanjang SIM 6 Bulan

CNN Indonesia | Minggu, 10/05/2020 02:37 WIB
Polisi memasang  'water barrier' di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2020). Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. ANTARA FOTO/Didik  Suhartono/foc. Ilustrasi PSBB di Surabaya Raya. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya tahap kedua disebut akan diiringi dengan penindakan yang tegas. Bentuknya, penundaan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan sanksi itu diberlakukan lantaran PSBB tahap pertama, dari 28 April - 11 Mei, penegak hukum masih memberlakukan fase edukasi dan imbauan kepada pelanggar.

"Fase tersebut sudah selesai," kata dia, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5).


Pada PSBB tahap kedua, lanjutnya, petugas akan langsung memberikan sanksi terhadap pelanggar berupa pengehentian sementara permintaan perpanjangan SIM dan SKCK hingga enam bulan.

"Penindakan akan lebih nampak di PSBB tahap kedua. Akan ada penindakan berupa pemberian sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggaran PSBB, mereka yang melanggar tidak akan mendapatkan perpanjangan SIM selama 6 bulan ke depan, begitu juga saat mengurus SKCK," katanya.

Insert Artikel Pembatasan Kegiatan Saat PSBBFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Dengan penambahan masa pemberlakuan PSBB tersebut, Khofifah meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam menjalani aturan PSBB, seperti menjaga jarak, pemakaian masker, dan protokol kesehatan lainnya.

"Karena memang PSBB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat. Kalau masyarakatnya kurang patuh dan disiplin, sekalipun diperpanjang lagi maka jumlah pasien akan tetap bertambah," ujarnya.

Menurutnya, kedisiplinan warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik merupakan faktor penting ayang akan menentukan berhasil tidaknya PSBB tersebut.

"Kunci agar PSBB berhasil adalah warganya harus disiplin, harus patuh, dan jangan menyepelekan penyebaran Covid-19," ujar Mantan Menteri Sosial RI ini.

Sebelumnya, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya mestinya tersisa dua hari lagi atau akan berakhir pada Senin (11/5). Namun kini, pelaksanaan PSBB di tiga daerah yakni Surabaya, Gresik dan Sidoarjo tersebut resmi diperpanjang.

Per 9 Mei, kasus positif Corona di Jatim mencapai 1.409 orang. Provinsi ini juga mencatat lonjakan kasus Covid-19 terbanyak se-Indonesia dengan 128 pasien.

(frd/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK