DPR Minta Jokowi Beri Bantuan Khusus untuk Kiai Kampung

CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 18:42 WIB
Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menjelaskan tujuan bergabungnya Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang ke partainya, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (21/12). Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo memberi bantuan bagi para guru agama di kampung-kampung yang kehilangan penghasilan selama pandemi virus corona (Covid-19).

Ace mengatakan penghasilan para guru agama di daerah atau kiai kampung menurun seiring pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama pandemi.

"Solusi saya Pak Wamen, kalau dalam rapat-rapat terbatas dengan Pak Presiden, bisa menyampaikan bagaimana mengalokasikan anggaran stimulus fiskal bagi para tokoh agama karena mereka juga terdampak," kata Ace dalam Rapat Kerja Komisi VIII bersama Kementerian Agama (Kemenag) yang disiarkan langsung situs dpr.go.id, Senin (11/5).


Menurutnya Ramadan seharusnya menjadi ladang bagi para guru agama, khususnya di kampung-kampung untuk menambah pendapatan. Biasanya, mereka diundang untuk memberi ceramah setiap malam di sela salat tarawih.

Di Pandeglang, Ace mencontohkan, biasanya para kiai kampung menerima Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap ceramah. Namun saat ini penghasilan itu sama sekali tidak ada.

Ace mengatakan negara harus memerhatikan nasib para guru agama. Dia yakin para guru agama tak akan meminta-minta meski kondisi mereka sudah sangat sulit.

"Bukan hanya stimulus ekonomi, misalnya bagi pengusaha-pengusaha yang jelas mereka sudah kaya, misalnya UKM, mereka juga perlu diperhatikan," ujarnya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menerima saran tersebut. Kemenag sedang menyiapkan bantuan khusus guru agama, tokoh pesantren, marbut masjid, dan lainnya.

"Kalau keluartampilannya keren, necis, pakaian bagus, tapi bisa jadi di dapurnya sudah mulai oleng,"kataZainut. "Ini saya kira kami sepakat ini prioritas," lanjutnya.
 
(dhf/wis)

[Gambas:Video CNN]