Puan Ingatkan Pemerintahan Jokowi soal Pelonggaran PSBB

CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 16:57 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. Jakarta.  Senin 21 Oktober 2019. CNN Indonesia/Andry Novelino Ketua DPR Puan Maharani. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung jumlah tes virus corona (Covid-19) yang belum semasif rencana Presiden Joko Widodo. Pernyataan itu ia sampaikan dalam merespons rencana relaksasi atau pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Puan mengingatkan pemerintah bahwa angka kasus positif corona masih terus bergerak. Dia meminta pemerintah untuk berhati-hati memutuskan relaksasi PSBB.

"Data lain menunjukkan bahwa kapasitas harian tes PCR masih belum mencapai target yang ditetapkan Presiden, yaitu masih 5 ribu spesimen per hari atau masih separuh dari target 10 ribu spesimen per hari," kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin (11/5).
Dalam catatan yang diungkap Kepala Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo jumlah tes per hari di Indonesia belum pernah mencapai angka 10 ribu. Jumlah terbanyak adalah 9.630 tes pada Jumat (8/5).


Lebih lanjut, Puan meminta pemerintah melakukan kajian matang jika hendak memutuskan relaksasi PSBB. Dia bilang kebijakan harus diambil berdasarkan data.

"Dibuat atau didasarkan pada data yang lengkap, yang dianalisa secara cermat. Sebab kita tidak ingin terjadi peningkatan tingkat kasus infeksi baru," ujar Puan.

Politikus PDIP itu bilang pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang memerhatikan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dia menegaskan pemerintah tak boleh lagi membingungkan masyarakat saat mengambil keputusan.

"Kebijakan yang nantinya diputuskan, harus disosialisasikan ke masyarakat secara utuh disertai pelaksanaan yang terkoordinasi sehingga tidak akan muncul kebingungan-kebingungan di masyarakat," ucap Puan.
Sebelumnya, wacana relaksasi PSBB disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD. Mahfud berkata pemerintah mempertimbangkan relaksasi untuk menjaga perekonomian masyarakat.

Wacana itu disusul relaksasi transportasi yang ditetapkan Menhub Budi Karya Sumadi pekan lalu. Kemudian ada pula wacana relaksasi di rumah ibadah yang direncanakan Menag Fachrul Razi.

"Misalnya relaksasi di sarana perhubungan, relaksasi di mal, nanti kami coba tawarkan juga ada relaksasi rumah ibadah, tapi belum kami ajukan, tapi kami sudah punya ide itu," kata Fachrul dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kemenag, Senin (11/5).
(dhf/ugo)

[Gambas:Video CNN]