"Beliau sudah rapid test positif Covid-19, berarti harusnya isolasi, namun dia datang tanpa perlindungan apapun, bahkan kata Dokter dia tidak pakai masker," kata Kepala UPTD Puskesmas Pejuang, Hani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/5).
Mulanya, kata Hani, pasien pria berusia 50 tahun itu menjalani rapid test corona di RS Bella, Bekasi Timur. Hasilnya reaktif atau terindikasi positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tahu bahwa pasien tersebut ingin tes PCR, pihak puskesmas langsung menutup operasional. Itu dilakukan karena pasien yang bersangkutan berada di puskesmas lebih dari satu jam untuk menunggu pelayanan.
Namun Hani mengaku telah dihubungi oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk bekerjasama melakukan tes PCR pada pasien malam ini juga. Kemudian, puskesmas juga rencananya akan dibuka kembali pada Kamis (14/5).
"Karena ini viral saya mendapat tugas dari Kadinkes Kota Bekasi bahwa harus malam ini dilakukan PCR tes di rumahnya di Kecamatan Medan Satria," ujarnya.
"Besok saya baru memanggil RS Bella, karena tahunya sore hari tadi, jadi besok baru kita ada konfirmasinya ya," kata Tanti.
Meski demikian, Tanti turut menyayangkan temuan tersebut jika benar-benar terjadi kelalaian. Menurutnya pasien yang terindikasi Covid-19 tidak boleh dilepas begitu saja tanpa pengawasan khusus.
CNNIndonesia.com telah berusaha menghubungi pihak manajemen RS Bella untuk meminta keabsahan informasi. Namun, belum direspons. (bmw/khr/bmw)