Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan ketiganya terkait dengan klaster Indogrosir yang ada di Mlati, Sleman.
"Hasil positif diketahui dari uji swab yang sudah keluar. Penambahan ini membuat total positif Covid-19 di Gunung Kidul menjadi 28 kasus," kata Dewi seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tambahan itu, maka klaster Indogrosir Sleman menyumbang empat kasus dari total 28 kasus pasien positif Covid-19 di Gunung Kidul.
Pemeriksaan massal dengan metode rapid test sampai saat ini masih terus berlangsung di Gunung Kidul. Pemeriksaan massal akan berlangsung hingga Sabtu (16/5).
Terpisah, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan di wilayahny ada empat orang reaktif dari hasil rapid test Covid-19. Mereka, kata Heroe, juga masuk ke dalam klaster Indogrosir.
Mereka menjadi pengunjung Indogrosir, pada periode 19 April hingga 4 Mei, diperoleh hasil adanya tambahan empat orang yang reaktif Covid-19.
"Dengan adanya tambahan empat hasil 'rapid test' (tec cepat) yang reaktif pada hari ini, maka totalnya ada enam warga yang hasilnya reaktif," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu.
Pada pelaksanaan tes cepat hari pertama, Selasa (12/5), terdapat dua yang reaktif. Hingga Rabu, sudah ada 232 warga yang melakukan tes cepat dari total 343 warga yang telah mendaftar. Tes cepat akan dilakukan hingga Kamis (14/5) di seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta.
Heroe menambahkan dua warga yang dinyatakan reaktif pada Selasa (12/5) sudah menjalani uji swab dan hasilnya diharapkan dapat diketahui dalam lima hari ke depan, sedangkan bagi warga yang dinyatakan reaktif pada pemeriksaan hari kedua juga akan dilakukan uji swab.
"Seluruh peserta yang akan mengikuti 'rapid test' juga sudah diminta melakukan isolasi dan keluarganya melakukan pembatasan sosial atau isolasi secara mandiri," katanya.
Untuk proses pelacakan terhadap potensi paparan virus di lingkungan warga yang dinyatakan reaktif, Heroe menyatakan belum akan melakukan kegiatan tersebut karena masih menunggu hasil swab dari warga yang bersangkutan.
Bagi warga yang memiliki hasil negatif dari tes cepat akan diminta kembali melakukan tes cepat 10 hari kemudian, sedangkan pengunjung Indogrosir yang belum sempat melakukan pendaftaran secara daring dapat melakukan tes cepat setelah seluruh pendaftar daring mengikuti tes.
Hingga Rabu, pukul 15.59 WIB, termasuk dari klaster Indogrosir, di Kota Yogyakarta terdapat 16 pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan dan 24 pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga masih dalam perawatan. (antara/kid)