Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis mengaku kewalahan mengatasi animo kedatangan warga yang tidak mematuhi imbauan pemerintah untuk mengiktuti protokol physical distancing. Warga tetap berdesak-desakan berlomba menyerahkan berkasnya.
Alhasil kala itu, Dinsos Kota Medan terpaksa meminta bantuan aparat keamanan untuk menertibkan kerumunan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang lansia Martini yang ada di antara desakan pendaftar mengaku kabar pendaftaran dana bansos tersiar informasi dari mulut ke mulut. Sehingga banyak warga yang tidak ingin melewatkan kesempatan itu termasuk dirinya.
"Ini saya baru datang baru taruh itu [berkas], saya enggak mau datang ya gimana, takut ya, kita kan butuh ya, berharap dapat bantuan," ujar dia yang mengenakan masker tersebut.
Antrean warga yang hendak mendaftar seagai penerima bansos ternyata bukan terjadi di Medan saja. Kondisi serupa juga sempat terjadi di Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.
Ribuan massa mendatangi Kantor Pos Kebon Rojo Jalan Jawa, Kecamatan Gubeng antri untuk mendapatkan dana bansos sebesar Rp600 ribu dari Kementerian Sosial pada Selasa (12/5) pagi lalu.
Sementara itu, dilansir Antara, per 13 Mei lalu, jumlah kasus positif Covid-19 Sumatera Utara masih dipuncaki Kota Medan. Jumlah kasus positif di ibu kota Sumut itu ada 146 orang, di mana 13 meninggal.
"Setelah Kota Medan, terbanyak positif Covid-19 adalah Kabupaten Deliserdang, dan Pematang Siantar," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah di Medan, Rabu.
Warga positif Covid-19 di Deliserdang sebabyak 24 orang dengan meninggal dunia lima orang. Kemudian Pematangsiantar tujuh orang positif , namun belum ada yang meninggal dunia.
Setelah Medan, Deliserdang dan Pematangsiantar, terbanyak positif lainnya adalah Asahan sebanyak empat orang dan korban meninggal dunia satu orang. Kemudian Simalungun tiga orang positif dan Langkat serta Toba masing -masing dua orang.
"Seperti.Pematangsiantar, Simalungun , Langkat dan Toba juga tidak memiliki kasus.kematian akibat Covid-19," ujar Aris.
"Seiring dengan banyaknya warga yang positif Covid-19 di Medan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terbanyak juga di Medan dengan jumlah 96 orang," katanya. (khr/kid)