Petugas Medis Corona Diserang KKB karena Diduga Mata-mata

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 12:56 WIB
A police line is placed in the middle of the crime scene so that the evidence remains safe Ilustrasi kasus penembakan. (iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto menyampaikan penyerangan terhadap dua petugas medis tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di wilayah Papua karena keduanya dianggap sebagai mata-mata TNI/Polri oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dalam serangan itu salah satu petugas medis meninggal dunia.
"Dugaan sementara motif penganiayaan adalah karena kelompok separatis menganggap kedua korban sebagai mata-mata aparat TNI/Polri," kata Eko melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5).

Eko merinci dua korban yang dianiaya hingga salah satunya meninggal dunia adalah tenaga medis dan orang asli Papua. Penganiayaan terjadi pada Jumat (22/5) waktu setempat di Kampung Wandai Distrik Homeo, Intan Jaya, Papua.


Korban adalah Ale Melik Bobau selaku Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan korban lainnya yang meninggal dunia bernama Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya.

"(Penyerangan) menyebabkan Saudara Ale Melik Bogau mengalami luka sabetan parang, kondisi masih hidup. Serta Heniko Somau mengalami luka sabetan parang telah meninggal dunia," kata Eko.

Ale Melik dan Heniko bertugas sebagai Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona di Kabupaten Intan Jaya. Keduanya ditugaskan langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Wilayah Distrik Homeyo Kabupaten Intan Jaya mengenai bahaya Covid-19.

Eko juga merinci setelah kejadian tersebut pihaknya meningkatkan kewaspadaan dan membantu evakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

"Kondisi keamanan kampung Wandai Distrik Homeo dapat terkendali. Aparat gabungan TNI/Polri masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan," kata Eko.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan dua tenaga medis tersebut meninggal karena ditembak. Kamal mengatakan keduanya ditembak saat sedang mengantar obat- obatan untuk menangani penyebaran Covid-19.

"Pada hari dan tanggal tersebut, personel Polres Intan Jaya mendapat Informasi dari salah satu tenaga medis yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya bahwa telah terjadi penembakan terhadap dua orang tenaga medis," kata Kamal melalui keterangan tertulis. (tst/jal)

[Gambas:Video CNN]