Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan Pemprov bersama TNI dan Polri berusaha menekan laju arus mudik selama pandemi virus corona (Covid-19). Namun masih ada beberapa orang yang berhasil menembus penjagaan dengan berbagai modus.
"Sejak Permenhub 25, tidak boleh sama sekali, balik arah semua. Kecuali beberapa nyelonong dini hari, menerobos, ada travel, ada yang pakai gadungan baju TNI, ada yang masuk ke mobil truk, mobil ambulans, akal-akalan banyak," kata Irwan dalam diskusi yang disiarkan langsung akun Youtube BNPB Indonesia, Selasa (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia memastikan jumlah pemudik yang lolos tidak sampai ratusan. Dia juga meyakinkan kondisi di Sumbar terkendali selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan dan larangan mudik diperketat.
Petugas Kepolisian Polresta Sragen memeriksa kendaraan yang keluar tol melalui Gerbang Tol Sragen, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA) |
"Pengalaman yang lalu, mudik sampai satu bulan di Sumbar. Di airport kita sebulan orang pulang kampung masih ramai, arus balik ramai, kalau bisa diperpanjang," ujar Irwan.
Larang mudik sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 yang melarang operasi sebagian besar sarana transportasi pada 24 April- 31 Mei 2020.
Kementerian Perhubungan mengatakan cara-cara ilegal kerap dilakukan orang yang ingin mudik. Salah satunya, mobil pribadi berpelat hitam dikatakan banyak digunakan untuk tindakan ilegal mengangkut penumpang mudik seperti angkutan penumpang penumpang antarkota atau travel dadakan.
"Jadi ini sekarang travel pelat hitam sudah mulai ditangkap," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi saat dihubungi, Kamis (30/4).
(dhf/pmg)
