8 Petugas Lapas Jadi Kasus Pertama Corona di Sijunjung Sumbar

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 20:04 WIB
Lapas Kelas II A Pontianak, Kalimantan Barat Ilustrasi petugas lapas. (CNN Indonesia/Reinardo)
Padang, CNN Indonesia -- Delapan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Muaro Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), termasuk Kalapas, dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (27/5). Sebanyak 253 orang, termasuk narapidana, pernah berkontak dengan mereka.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi, menjelaskan pihaknya sedang mencari tahu dari mana delapan petugas tersebut tertular Covid-19.

Yang jelas, kata dia, mereka memiliki riwayat perjalanan dari daerah beberapa di Sumbar yang memiliki kasus positif Covid-19, yakni Padang, Payakumbuh, Pariaman, dan Dharmasraya.


"Dari 30 petugas Lapas Sijunjung yang dites PCR, delapan petugas dinyatakan positif. Total petugas lapas semuanya 50 orang. Nanti kami ambil swab petugas lainnya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, kata Rizal, delapan petugas lapas tersebut dijemput oleh petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sijunjung ke lapas dan ke rumah mereka untuk dikarantina di gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumbar di Padang.

Sesudah mendapatkan informasi tentang petugas lapas yang positif itu, kata Rizal, semua warga binaan dan petugas Lapas Muaro Sijunjung dites PCR. Hasilnya negatif.

Infografis Yang Dilarang dan Tidak Saat PSBBFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Selain itu, Dinas Kesehatan Sijunjung menelusuri riwayat kontak fisik delapan petugas tersebut. Hasilnya, mereka diketahui melakukan kontak fisik dengan 253 orang, yang terdiri atas 216 warga binaan, petugas lapas, dan anggota keluarga petugas yang positif.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sumbar, Budi Situngkir, mengatakan bahwa satu dari delapan petugas Lapas Sijunjung yang positif itu termasuk kepala lapas tersebut.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di seluruh lapas dan rumah tahanan di Sumbar, pihaknya sedang mempertimbangkan soal izin penitipan barang dan makanan dari keluarga warga binaan.

"Kunjungan ke lapas dan rutan sudah ditiadakan sejak awal Maret. Selama ini yang masih dibolehkan adalah penitipan barang dan makanan dari keluarga untuk warga binaan. Sekarang penitipan barang ini kami pertimbangkan lagi untuk dilarang atau dibolehkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," tuturnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penangangan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan bahwa hingga kini terdapat 537 kasus positif di provinsi itu.

Diketahui, kabupaten Sinjujung sebelumnya belum ada kasus Covid-19. Dengan delapan kasus di lapas ini, daerah ini tak lagi bebas Covid-19.

(adb/arh)

[Gambas:Video CNN]