Yogyakarta Susun Panduan New Normal Termasuk untuk Mahasiswa

Antara, CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 11:31 WIB
Suasana sepi di Keraton Yogyakarta, Senin (27/4/2020). Akibat Pandemi COVID-19, Keraton Yogyakarta tahun ini meniadakan agenda budaya yang sudah berjalan selama ratusan tahun yaitu Hajad Dalem Garebeg Sawal 1441 H dan Numplak Wajik, hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap risiko penyebaran virus Corona yang dapat terjadi dalam kerumunan massa. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp. Yogyakarta menyusun panduan kehidupan new normal di masa corona. (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemprov DI Yogyakarta memastikan seluruh protokol baru sebagai aturan menjalankan berbagai aktivitas masyarakat di tengah pandemi corona rampung pekan ini. Protokol ini yang kemudian disebut-sebut sebagai new normal atau kelaziman baru.

"Diharapkan pada pekan ini sudah siap. Keberadaan protokol baru ini menjadi sangat penting," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (28/5) dilansir dari Antara.

Heroe mengatakan protokol baru tersebut akan menjadi syarat bagi seluruh kegiatan di masyarakat untuk bisa dijalankan. Jika suatu aktivitas di masyarakat tidak memenuhi syarat sesuai aturan dalam protokol baru, maka aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan.


"Misalnya sebuah tempat usaha boleh tetap membuka usahanya asalkan mampu memenuhi protokol baru yang sudah ditetapkan. Tanpa itu, maka tidak boleh beraktivitas," katanya.
Selain kegiatan sosial dan ekonomi, salah satu aktivitas yang membutuhkan protokol baru adalah kegiatan di bidang pendidikan, termasuk kedatangan ratusan ribu mahasiswa dari luar daerah yang kembali ke Yogyakarta.

"Ada sekitar 200 ribu mahasiswa luar daerah di Kota Yogyakarta. Jika kuliah sudah dimulai kembali, maka dibutuhkan protokol baru, termasuk saat mereka datang ke Yogyakarta," katanya.

Dalam keadaan tersebut, Heroe menyatakan protokol baru seharusnya tidak hanya dilakukan oleh daerah secara terpisah-pisah tetapi harus dilakukan secara nasional agar ada kebijakan terpusat.

Ia pun berharap seluruh perguruan tinggi di Kota Yogyakarta dapat memberikan fasilitas berupa tempat isolasi bagi mahasiswa yang baru datang dari luar daerah sehingga nantinya seluruh kegiatan perkuliahan bisa dilakukan secara aman.

Mahasiswa yang baru datang dari luar daerah juga diminta melapor ke RT dan dilakukan pelacakan riwayat kontak. Heroe menambahkan protokol baru tersebut menjadi jembatan menuju tatanan normal baru, dengan catatan seluruh protokol dilakukan secara ketat dan disiplin.

Hingga Rabu (27/5), pukul 16.00 WIB tercatat delapan pasien positif Covid-19 masih menjalani perawatan, dengan 17 pasien sembuh dan satu pasien meninggal dunia, sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan yang menjalani perawatan 12 orang. (ain/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK