Tambahan Kasus Harian Corona Jatim Tertinggi Secara Nasional

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 12:04 WIB
Indonesian officials conduct health screening on 156 migrant workers who arrived from Malaysia at Surabaya airport in Indonesia's East Java on April 7, 2020, amid concerns of the spread of the COVID-19 coronavirus. (Photo by JUNI KRISWANTO / AFP) Tingginya kasus positif virus corona di Jatim berkaitan dengan upaya pemerintah daerah yang terus meningkatkan pemeriksaan massal. (AFP/JUNI KRISWANTO)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kasus positif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur terus melonjak signifikan. Berdasarkan data laporan harian Covid-19 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, per Rabu (27/5) pertambahan kasus di Jatim tercatat sebanyak 199, sehingga totalnya menjadi 4.142 kasus. 

Tambahan ini adalah tambahan tertinggi untuk semua provinsi. Jumlah pertambahan harian itu, bahkan melebihi angka kasus baru di DKI Jakarta yang hanya sebanyak 97 pasien. Posisi Jatim juga masih berada di provinsi dengan kasus terbanyak kedua setelah DKI Jakarta 6.895 kasus, dan di atas Jawa Barat dengan 2.157 kasus.


Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan tingginya kasus positif virus corona di Jatim itu, berkaitan dengan upaya pemerintah daerah yang terus meningkatkan pemeriksaan massal.


"Dalam beberapa hari terakhir ini terjadi peningkatan sejumlah kasus. Tapi juga tidak terlepas upaya pemerintah Provinsi Jawa Timur dan [Kota] Surabaya yang memperbanyak laboratorium untuk pemeriksaan," ujar Doni melalui siaran langsung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (27/5).

Namun, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per Rabu kemarin, Jatim mengalami pertambahan sebanyak 173 pasien baru dengan total 4.112 kasus.

Rinciannya yakni, 1 dari Kabupaten Probolinggo, 1 di Kabupaten Lamongan, 1 di Kabupaten Magetan, 1 di Kabupaten Bojonegoro, 1 di Kabupaten Mojokerto, 1 di Kabupaten Madiun dan 1 di Kota Madiun.

Kemudian 2 di Kabupaten Pasuruan, 2 di Kabupaten Malang, 3 di Kabupaten Bangkalan, 5 di Kabupaten Tulungagung, 6 di Kota Malang, 16 di Kota Kediri, 19 di Kabupaten Gresik, 23 di Kabupaten Sidoarjo dan terbanyak 98 di Kota Surabaya.


Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)
Sedangkan untuk pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh mengalami pertambahan sebanyak 16 orang. Dengan rincian 1 dari Kota Surabaya, 1 di Kabupaten Probolinggo, 1 di Kabupaten Malang, 1 Kota Probolinggo, 1 di Kabupaten Blitar, 1 di Kabupaten Bondowoso dan 1 di Kota Madiun.

Selanjutnya 2 dari Kabupaten Magetan, 3 dari Kota Malang dan 4 di Kabupaten Lumajang. Sehingga total pasien yang sembuh hingga hari ini berjumlah 538 orang atau setara 13,33 persen.

Meski demikian, ada pula tambahan pasien yang meninggal dunia sebanyak 15 orang. Rinciannya 1 berasal di Kabupaten Sidoarjo, 1 di Kabupaten Bojonegoro, 1 di Kabupaten Bangkalan, 3 di Kabupaten Gresik dan 9 di Kota Surabaya. Maka total pasien yang meninggal ada 337 orang atau setara 8,20 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sendiri sempat mengatakan bahwa lonjakan jumlah pasien di Jatim merupakan hasil upaya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dan daerah yang gencar melakukan rapid test dan swab test polymerase chain reaction (PCR).


Dengan makin banyaknya kasus yang terdeteksi, maka hal itu, menurutnya akan menunjang kesiapsiagaan seluruh layanan medis untuk mengambil langkah antisipasi.

"Jadi sebetulnya dengan atau tanpa PSBB kalau rapid test dimasifkan dan swab dilakukan secara masif, tracing dilakukan secara progresif maka peta baru akan segera bisa diantisipasi sehingga kesiapsiagaan seluruh layanan medik juga bisa diantisipasi," ucapnya, Selasa (19/5). (frd/pmg)

[Gambas:Video CNN]