Kasus Baru Corona di DKI Tak Lagi Tertinggi, Didominasi TKI

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 12:59 WIB
Petugas membantu salah satu kerabat untuk menghubungi pasien melalui layanan panggilan video di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis, 30 April 2020. Pihak rumah sakit menyediakan fasilitas Pojok Sahabat kepada warga yang ingin menghubungi pasien suspect maupun positif terinfeksi virus corona yang tidak memiliki atau tidak mampu mengoperasikan alat komunikasi. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Provinsi DKI Jakarta tidak lagi menjadi daerah dengan pertambahan kasus positif virus corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia terhitung sejak beberapa hari terakhir. Selain itu kasus baru corona di ibu kota kini didominasi pekerja migran atau TKI yang pulang dari luar negeri.

Dalam catatan Kementerian Kesehatan RI, ada 97 kasus baru di Jakarta pada Rabu (27/5). Jumlah ini bertambah 105 kasus kemarin.

Namun jumlah itu masih kalah jika banding dengan Jawa Timur menjadi yang tertinggi saat itu, yakni 199 kasus baru pada Rabu lalu dan 171 kasus kemarin. Penambahan tinggi kasus corona juga terjadi di Kalimantan Selatan dengan 116 kasus kemarin.


Terkait potensi penularan, angka reproduksi atau R0 di DKI Jakarta sudah mulai turun. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut R0 di Jakarta masih bergerak dinamis, tapi sudah menunjukkan penurunan hingga di bawah 1,0.


"Ya, antara itu lah, 0,9 sampai 1," kata Ani Ruspitawati saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (29/5).

"Nanti kan ada rilis resmi ketika pertimbangan. Ini kan angkanya masih bergerak terus, masih bisa berubah, sampai dengan rilis resminya, per tanggal berapa, itu yang akan jadi pertimbangan dasar pengambilan keputusan," katanya.

Pernyataan Ani senada dengan klaim Presiden Joko Widodo Rapat Terbatas tentang Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (27/5). Mantan Gubernur DKI itu juga bilang angka reproduksi virus corona di Jakarta sudah di bawah angka 1,0.

R0 menunjukkan potensi penularan virus dari satu pasien ke orang lain. Jika berada di angka 1,0, maka setiap pasien positif bisa menularkan satu orang lainnya.


Dominasi Kasus Impor

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut kasus penyebaran corona di Jakarta mulai turun. Dia bahkan menyebut kasus-kasus baru berasal dari luar negeri.

Doni menyebut jika kasus positif corona yang berasal dari pekerja migran tidak dihitung, maka kasus corona di Jakarta sudah jauh berkurang.


"Kita melihat Jakarta trennya sudah mengalami kemajuan positif. Data kasus yang terkonfirmasi positif itu sebagian besar kontribusi oleh pekerja migran dari luar negeri sejumlah 539 kasus," kata Doni dalam jumpa pers usai rapat terbatas, Rabu (27/5).

Meski begitu, Jakarta masih jadi wilayah dengan jumlah kasus positif terbanyak di Indonesia dengan 7.001 kasus per Kamis (28/5). Lalu ada Jawa Timur dengan 4.313 kasus dan Jawa Barat 2.181 kasus.

Saat ini PSBB tahap ketiga di DKI Jakarta masih berlangsung. Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap PSBB ini jadi yang terakhir melihat dari peningkatan angka kasus di ibu kota.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan DKI Jakarta siap memasuki new normal saat PSBB berakhir pada 4 Juni mendatang. (dhf/osc)

[Gambas:Video CNN]