Gugus Tugas Jatim: Kasihani Tenaga Kesehatan Kami

CNN Indonesia | Sabtu, 30/05/2020 10:29 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras. Ilustrasi mural dukungan untuk tenaga medis. Gugus Tugas Covid Jawa Timur meminta masyarakat patuh dengan protokol kesehatan menyusul 135 tenaga medis terinfeksi corona.(Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Surabaya, CNN Indonesia -- Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi meminta pengertian masyarakat agar mau disiplin menaati protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan menyusul sebanyak 135 tenaga kesehatan di Jawa Timur terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

"Kasihani kami, kasihani tenaga kesehatan kami," kata Joni, yang Juga Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Surabaya ini, Jumat (29/5).

Joni meminta masyarakat agar taat dan mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, meski di rumah sakit telah ditetapkan dengan ketat protokol pencegahan, para tenaga kesehatan tersebut diketahui tertular corona saat berada di luar rumah sakit atau di tengah masyarakat.


"Di RSUD dr Soetomo itu sudah ada prosedur bagaimana melindungi tenaga kesehatan. Kita ketat sekarang, sudah dari awal kita ketat makanya kita berupaya semaksimal mungkin melakukan tracing internal, itu pun masih ada yang kena. Karena tidak kena di RS, kena di masyarakat," kata Joni.

Tak hanya itu, Joni mengatakan, sejumlah rekannya kini telah banyak yang juga terinfeksi Covid-19. Pihaknya menyebut jika penularan ini tidak bisa dihentikan, tenaga kesehatan juga kewalahan menanganinya.

"Jadi ada kawan saya yang kena Covid-19, Alhamdulillah baik. Ada kawan penting kami sudah kena, alhamdulillah dalam kondisi OTG, isolasi. Bahkan ada seorang guru besar kena. Ini tidak bisa terus selesai kalau di hulu tidak dihentikan, kami tidak akan mampu," katanya.

Joni mengibaratkan masyarakat adalah hulu yang terus mengalir deras ke hilir, yakni rumah sakit. Ia meminta masyarakat sadar bahaya corona, karena dengan semakin banyak pasien, maka tenaga kesehatan makin kewalahan dalam penanganan.

"Saya tidak tahu kalau di hulunya mengalir deras terus mau jadi berapa, terus apa nanti 1400 bed [kapasitas di RSUD Soetomo] itu jadi pasien Covid-19 semua. Nanti akan berbahaya bagi tenaga kesehatan," ujarnya.

Kapasitas bed RSUD dr Soetomo untuk penanganan pasien corona kini terus bertambah. Joni mengatakan kini total ada 153 bed di RSUD Soetomo. Kapasitas bed ini meningkat drastis dari yang awalnya hanya berjumlah 44 bed.

"Dulu kita cuma punya sekitar 44 tempat tidur. Sekarang kita sudah 153 lebih dalam waktu 2 bulan. Ini pun selalu penuh," kata Joni.

Joni mengatakan, meski terus ditambah, bed ini selalu dipenuhi pasien karena jumlah penderita Corona di Jatim terus meningkat. Ia mengatakan hampir setiap hari pihaknya menambahkan 10 bed. Hal ini karena banyaknya pasien yang masuk.

"Rata-rata sehari kita harus menambah 10 bed setiap hari. Ini memberikan advice pada kita semua bahwa Covid-19 ini tidak main-main. Kami harus melakukan reassessment ruangan-ruangan, merenovasi ruangan yang dipergunakan untuk pasien corona," ujarnya.

Ia mengatakan dari seluruh pasien corona di RSUD dr Soetomo Surabaya, di antara mereka ada yang mengalami gejala klinis cukup berat sehingga membutuhkan ruangan yang sangat intensif.

"Khususnya yang di 14 itu ruangan yang sangat intensif kemudian ada 32 itu ruang intensif perawatan Covid-19. Yang lain untuk yang moderat, karena untuk pasien ringan kita sediakan di RS Darurat. Yang ringan tidak perlu ke Soetomo, atau Soetomo merefer ke RS Darurat. Tapi kalau memberat ya kembali ke Soetomo," katanya.

Sebelumnya, sejumlah 135 tenaga kesehatan di Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Hal itu diungkapkan Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso.

"Tenaga kesehatan, 135 yang terinfeksi," kata Kohar, Kamis (28/5) malam, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dari jumlah 135 tersebut, Kohar merinci bahwa sebanyak 62 orang adalah perawat, 2 diantaranya meninggal dunia. Kemudian yang masih menjalani perawatan ada 28 orang.

Sedangkan untuk dokter, Kohar mengatakan setidaknya ada 47 dokter yang terinfeksi Covid-19, 3 di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 23 dokter.

Sementara selain perawat dan dokter, dari 135 orang, sejumlah sisanya merupakan laboran atau peneliti di laboratorium, apoteker dan staf di rumah sakit. (frd/gil)

[Gambas:Video CNN]