Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pessel, Rinaldi, mengatakan pasien pertama merupakan laki-laki (27), warga Nagari Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan.
Pasien tersebut bekerja sebagai tukang parkir dan petugas jaga malam di Pasar Raya Padang. Karena itu, pasien itu termasuk ke dalam klaster Pasar Raya Padang yang merupakan klaster terbesar penularan Covid-19 di Sumbar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien kedua, kata Rinaldi, merupakan laki-laki (36), warga Padang, yang bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Pasar Kota Padang. Ia berlebaran ke Kampung Koto Tuo, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas. Hasil tes PCR-nya baru keluar pada Rabu (27/5).
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pessel, kata Rinaldi, menjemput ke-30 warga tersebut di rumah mereka masing-masing dengan memakai pakaian hazmat.
Mereka membawa semua warga itu ke rumah susun sewa sederhana di Painan untuk dikarantina dan dites PCR. Mereka dikarantina agar tidak berkeliaran dan tidak menulari orang lain jika positif Covid-19.
Sejauh ini, katanya, jumlah kasus positif Corona di Pessel mencapai 18 kasus. Sebanyak 13 pasien di antaranya sudah sembuh, dan satu pasien meninggal. Tidak ada penambahan pasien baru sejak 26 Mei.
Terpisah, Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyebut konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) saat Lebaran Idul Fitri di Sumatera Utara (Sumut) anjlok hingga 11 persen.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Rinciannya, konsumsi BBM jenis bensin yaitu Premium, Pertalite, dan Pertamax Series, mencapai 4,5 juta liter per hari. Jumlah ini turun hingga 11 persen dibandingkan konsumsi harian normal sebesar 5 juta liter per hari.
Situasi serupa juga terjadi pada konsumsi BBM jenis diesel (Biosolar, Dexlite dan Dex) mencapai 1 juta liter per hari selama H-3 hingga H+3 lebaran 2020, atau yang anjlok 67 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal.
"Sekarang gelombang pertama pun belum selesai. Intinya kalau ada pergerakan masyarakat seperti mudik dan arus balik itu selalu potensi untuk peningkatan kasus," ujar dia, saat dihubungi, Kamis (28/5).
(adb/fnr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Foto: CNN Indonesia/Fajrian