Surat Wasiat dan Bendera ISIS Mencuat Usai Teror Polsek Daha

CNN Indonesia | Senin, 01/06/2020 15:43 WIB
Petugas tim identifikasi Polres Tangerang melakukan olah TKP penyerangan brutal dengan senjata tajam terhadap anggota kepolisian di Cikokol, Tangerang, Banten, Kamis (20/10). Pelaku teror yang diduga simpatisan ISIS melakukan penusukan terhadap Kapolsek Tangerang dan dua anggota satlantas Polres Tangerang, dan lebih lanjut pihak kepolisian mengamankan barang yang diduga bom serta senjata tajam. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/16. Ilustrasi ISIS. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalimantan Selatan Komisaris Besar Mochamad Rifa'i menyatakan bahwa pihaknya menemukan kain berlogo kelompok militan Islamic State Iraq and Syria (ISIS) dan sepucuk surat wasiat.

Menurutnya, benda-benda itu ditemukan dari tangan orang tak dikenal (OTK) yang menyerang Markas Polsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan pada Senin, sekitar pukul 02.15 WITA.

"Seperti kain, seperti bendera ISIS, kan ada tulisan. (Juga ditemukan) surat wasiat kepada semua, kepada simpatisannya," kata Rifa'i kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/6).


Dia pun menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah dalam menyikapi insiden ini yakni, olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, mengevakuasi OTK pelaku penyerangan ke RSUD Hasan Basry, serta berkoordinasi dengan (Densus) Antiteror 88 Polri.

Polsek Daha Selatan diserang OTK sekitar pukul 02.15 WITA . Berdasarkan laporan Polres Hulu Sungai Selatan ke Polda Kalsel yang dikutip dari Antara, kronologis penyerangan terjadi saat anggota polisi jaga Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Daha Selatan melaksanakan piket jaga malam.

Jumlah petugas piket tiga orang, yakni Brigadir Leonardo Latupapua Kepala SPKT III, Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, dan Bripda M Azmi. Saat kejadian, Bripda Azmi berada di ruangan unit reskrim.

Tiba-tiba, ia mendengar ada keributan di ruang SPKT. Ia langsung mendatangi ruangan SPKT dan melihat keadaan Brigadir Leonardo Latupapua sudah mengalami luka bacok.

Bripda Azmi langsung mendatangi Kanit Intel Brigadir Sahat untuk minta tolong dan bersama-sama mendatangi ruang SPKT. Namun, OTK tersebut mengejar anggota yang mendatangi ruang SPKT dengan senjata tajam jenis samurai. Anggota yang dikejar lari ke ruang intel dan binmas dan mengunci ruangan dari dalam sambil meminta bantuan menelpon ke Polres Hulu Sungai Selatan.

(mts/agt)