Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfudz Siddiq mengatakan sebagai sebuah partai politik yang sah pihaknya sudah mulai bergerak dalam membantu pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19).
Menurutnya, telah membentuk Gelombang Solidaritas 2020 dan meminta struktur kepengurusan Partai Gelora di tingkat daerah untuk bergerak membantu penanganan pandemi Covid-19 sejak 3 April 2020 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait rencana kebijakan era new normal atau norma baru, Mahfudz menyampaikan bahwa krisis kesehatan yang dipicu Covid-19 bisa berkembang menjadi krisis ekonomi dan sosial jika dibiarkan berlarut. Menurutnya, situasi ini tidak boleh terjadi jika ingin menjaga kasus pandemi Covid-19 tidak jadi hiruk pikuk sosial dan politik.
"Harus ada upaya yang sistematis, kebijakan integratif untuk menyeimbangkan antara penanganan dimensi krisis kesehatan dengan dimensi krisis ekonomi yang bisa berlanjut krisis sosial," kata eks politikus PKS itu.
Terpisah, Yasonna berharap jajaran pengurus Partai Gelora bisa ikut bersama-sama pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi pandemi Covid-19.
"Saya berharap jajaran pengurus Partai Gelora bersama pemerintah melalui aksi sosial dan memutus rantai penyebaran Covid-19, jalani protokol kesehatan, gunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir, serta jaga jarak," ujar Yasonna.
Dia berharap, Partai gelora dapat mengambil peran sebagai agen persatuan, agen persaudaraan, karena memiliki jaringan pengurus yang luas di 34 provinsi, 423 kabupaten/kota, dan 3.639 kecamatan di seluruh wilayah NKRI.
"Sebagai menteri yang telah menerima permohonan pendaftaran badan hukum partai politik. Saya melihat Partai Gelora bisa melakukannya secara terstruktur dan massif," ucap Yasonna.
Dia optimistis Partai Gelora akan menjadi bagian dari partai politik di parlemen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Saya percaya pada pesta demokrasi 2024 akan menjadi pesaing yang diperhitungkan partai-partai lain," uja Yasonna. (bac)