Polisi yang Lumpuhkan Penyerang Polsek Daha Naik Pangkat

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 18:56 WIB
Kapolri Jendral Pol Idham Aziz saat upacara kenaikan pangkat pejabat Polri di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 21 November 2019. Kapolri Idham Azis memberi kenaikan pangkat kepada polisi yang melumpuhkan penyerang Mapolsek Daha. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Idham Azis disebut akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggotanya yang melumpuhkan pelaku penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan, Senin (1/6) dini hari.

"Anggota yang melakukan tindakan tegas juga akan diberikan KPLB (kenaikan pangkat luar biasa) oleh Bapak Kapolri, sekarang sedang diproses di SDM Polri," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono saat konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (2/6).

Dengan KPLB itu, lanjutnya, anggota kepolisian tersebut akan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Meski demikian, Argo tidak mengungkapkan identitas polisi yang dimaksud.


Seperti diketahui, polisi harus menembak orang tak dikenal (OTK) hingga meninggal dunia karena memberikan perlawanan saat hendak diamankan oleh petugas usai menyerang kantor polisi. Dalam insiden ini, Brigadir Leo Nardo Latupapua meninggal dunia terkena bacokan. 

"Almarhun Leonardo ini sudah diberikan kenaikan pangkat oleh Kapolri, kenaikan setingkat lebih tinggi," kata Argo.

Sebagai informasi, hingga saat ini kepolisian menyimpulkan bahwa pelaku penyerangan itu merupakan seorang 'lone wolf'. Istilah itu kerap kali digunakan oleh aparat bagi terduga teroris yang menggencarkan aksinya secara mandiri atau sendiri.

Meski demikian, Argo tidak merinci motif ataupun hal-hal lain dari terduga teroris tersebut. Insiden tersebut masih diselidiki oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri.

"Dia bisa mempelajari suatu pengetahuan itu dari internet. Sehingga dia rajin membaca sendiri, membayangkan sendiri, akhirnya dia memprediksi sendiri," lanjut Argo.

Dalam hal ini, polisi sebelumnya menemukan dokumen identitas yang berkaitan dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) saat memeriksa penyerang Mapolsek tersebut.

(mjo/arh)

[Gambas:Video CNN]