Polisi Selidiki Perampokan Dua Minimarket di Jakbar

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 00:37 WIB
Masked thief using lock picker to open locked door Ilustrasi perampokan. (Istockphoto/FOTOKITA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyelidiki dua kasus perampokan minimarket di Jakarta Barat yang terjadi dalam satu malam. Hanya saja, kedua perampokan itu berbeda dalam hal jumlah kerugian dan penggunaan senjata.

Perampokan pertama terjadi di daerah Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (25/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam insiden itu, pelaku menggasak uang minimarket sebesar Rp26 juta.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kembangan AKP Niko Purba mengatakan pelaku sempat menerobos rolling door dan langsung masuk kamar mandi sesaat sebelum toko tutup.


"Saat rolling door mau ditutup, masuk satu orang, langsung nyelonong ke kamar mandi. Habis itu didatangi sama karyawan, dan langsung ditodong senjata," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (27/5).

Niko menjelaskan saat itu pelaku menggunakan senjata bukan senjata api untuk menodong karyawan minimarket. Namun, ia belum bisa memastikan itu adalah airsoft gun atau air gun. Pihaknya hanya menyebut ada temuan dua butir peluru gotri atau logam kecil berbentuk bulat.

Lebih lanjut, menurut Niko, pelaku sempat menembakkan senjatanya ke arah CCTV yang berada di dalam minimarket. Polisi juga menemukan dua butir proyektil peluru gotri.

Sejumlah senjata api ilegal dan air gun diperlihatkan saat rilis pengungkapan peredaran senjata di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu, 15 November 2015. Delapan tersangka telah diamankan dari lima tempat kejadian perkara dengan total bermacam senjata yang diamankan 121 unit, ratusan peluru dan selongsong revolver. CNN Indonesia/Safir MakkiIlustrasi Air gun. Meski hanya tiruan senjata api, senjata jenis ini memiliki lontaran peluru yang lebih kuat dari airsoft gun dan menggunakan gotri, sementara airsoft gun hanya plastik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
"[Dari] keterangan saksi tiga kali nembak, dia nembak ke arah CCTV," ujarnya.

Pelaku kemudian mengumpulkan tiga orang karyawan minimarket untuk mengumpulkan uang di kasir dan brankas senilai Rp26 juta.

Saat ini, kata dia, kepolisian masih terus mengejar pelaku. Sementara, polisi menduga pelaku beraksi seorang diri.

Perampokan kedua terjadi di Jalan Palmerah Barat III, Jakbar, yang lokasinya berdekatan dengan Polsek Palmerah, pada Selasa (26/5) dini hari.

"Benar kejadiannya. Pelaku mengambil rokok 50 slop dan alat komestik," ujar Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto.

Selain membawa rokok 50 slop dan kosmetik, dia menyebut pelaku juga menggondol uang sebesar Rp200.000 dari meja kasir.

Namun, dia membantah bahwa insiden tersebut sebagai aksi perampokan. "Bukan perampokan. Jadi, minimarket sudah kosong, dia congkel depannya. Diambil rokok dan kosmetik," tepisnya.

Kasus ini bermula saat pelaku mencoba masuk dari pintu depan rolling door dengan merusak gembok minimarket yang tanpa penjagaan.

Supriyanto mengatakan masih mendalami kasus ini. Dia juga mengaku belum mengetahui soal kemungkinan kesamaan pelaku pembobolan minimarket ini dengan perampokan di minimarket di Kembangan.

"Belum ketahuan. Ini lagi dicari," jelas dia.

Sementara ini di lokasi kejadian, minimarket tersebut masih tetap beroperasi, namun hanya dapat menjual beberapa rokok yang tersisa di etalase kasir.

Polisi sekarang ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, hasil kamera CCTV di sekitar lokasi tengah diperiksa untuk penyelidikan.

"Saksi dari toko sedang kami periksa, salah satunya kepala toko," ujar Supriyanto.

(dmi/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]