272 Warga Sumbar Sembuh dari Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 01:42 WIB
Petugas medis dari tim Satgas COVID-19 Kabupaten Simeulue yang membawa dua pasien terkonfirmasi positif menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat tiba di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/5/2020). Dua warga Simeulue yang memiliki riwayat penularan dari Jawa Barat terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab dirujuk ke RSU Zainal Abidin untuk mendapat perawatan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww. Ilustrasi penanganan pasien virus corona. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah pasien sembuh dari virus corona (Covid-19) di Sumatra Barat bertambah lima orang, sehingga per Selasa (2/7) total pasien sembuh sebanyak 272 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengataka empat dari lima orang itu merupakan pasien RSUP M Djamil, Padang, sedangkan seorang lagi pasien RSUD Mentawai.

"Empat pasien RSUP M Djamil itu tenaga kesehatan. Keempatnya tertular dari rumah sakit. Sementara itu, satu pasien RSUD Mentawai tersebut merupakan wiraswasta. Dia pengikut Jamaah Tabligh. Dia diduga tertular Covid-19 setelah pulang mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulawesi Selatan," tuturnya, Selasa (2/7).


Mengenai kasus positif baru, Jasman mengatakan bahwa terdapat tujuh kasus positif baru dari 1.102 sampel baru warga Sumbar yang diperiksa di laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Veteriner Bukittinggi. Dari tujuh pasien baru itu, lima pasien warga Padang, satu pasien warga Sijunjung, dan satu pasien lagi warga Payakumbuh.
Hingga kini, kata Jasman, terdapat 567 kasus positif di provinsi itu. Sebanyak 272 orang di antaranya sembuh, 25 orang meninggal, 118 orang dirawat di berbagai rumah sakit, dan selebihnya dikarantina.

"Sebanyak 47,39 persen dari kasus positif dinyatakan sembuh, 20,56 persen dirawat di rumah sakit, dan 4,35 persen meninggal," ucapnya.

Sebanyak 567 itu tersebar di Padang (416 kasus), Padang Panjang (25 kasus), Dharmasraya (20 kasus), Payakumbuh (19 kasus), Pesisir Selatan (18 kasus), Agam (18 kasus), Bukittinggi (15 kasus), Tanah Datar (11 kasus), Padang Pariaman (12 kasus), Limapuluh Kota (11 kasus), Sijunjung (9 kasus), Kabupaten Solok (8 kasus), Mentawai (6 kasus), Solok Selatan (5 kasus), Sawahlunto (2 kasus), Pasaman Barat (2 kasus), Pasaman (2 kasus), Kota Solok (1 kasus), dan Pariaman (1 kasus).

Ia menambahkan bahwa kini di Sumbar terdapat 1.039 pasien dalam pengawasan. Sebanyak 49 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, sedangkan 990 orang dinyatakan negatif. Sementara itu, orang yang sedang dipantau berjumlah 145 orang dan orang yang selesai dipantau 9.054 orang.

Sumsel tambah pasokan PCR

Sementara itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membeli satu alat polymerase chain reaction (PCR) berkapasitas 346 per hari senilai Rp3,8 miliar. Dengan penambahan alat tersebut, saat ini Sumsel bisa memeriksa 576 sampel swab Covid-19 per harinya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan alat senilai Rp3,8 miliar tersebut termasuk dengan 5.000 kit reagen, satu paket BMHP PCR, satu unit centrifuge, dan satu unit vertical laminar flow cabinet.

"Ini real time hasilnya, hanya perlu ditunggui beberapa jam saja. Pembelian ini menunjukkan keseriusan kita agresif melakukan tracing dan pemeriksaan aktif," ujar Herman Deru, Selasa (2/6).
Dirinya berujar, alat tersebut dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel. Alat tersebut akan diberikan kepada Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang untuk dioperasikan. Pihaknya pun mempersiapkan laboratorium berjalan menggunakan mobil apabila dibutuhkan.

"Kalau misalnya perlu alat PCR-nya itu bisa dinaikkan ke mobile laboratorium. Kalau ada suatu daerah yang tidak normal penyebaran virus corona, bisa langsung dibawa ke daerah itu," ujar Deru. (adb/idz/ain)

[Gambas:Video CNN]