Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengataka empat dari lima orang itu merupakan pasien RSUP M Djamil, Padang, sedangkan seorang lagi pasien RSUD Mentawai.
"Empat pasien RSUP M Djamil itu tenaga kesehatan. Keempatnya tertular dari rumah sakit. Sementara itu, satu pasien RSUD Mentawai tersebut merupakan wiraswasta. Dia pengikut Jamaah Tabligh. Dia diduga tertular Covid-19 setelah pulang mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulawesi Selatan," tuturnya, Selasa (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 47,39 persen dari kasus positif dinyatakan sembuh, 20,56 persen dirawat di rumah sakit, dan 4,35 persen meninggal," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kini di Sumbar terdapat 1.039 pasien dalam pengawasan. Sebanyak 49 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, sedangkan 990 orang dinyatakan negatif. Sementara itu, orang yang sedang dipantau berjumlah 145 orang dan orang yang selesai dipantau 9.054 orang.
Sumsel tambah pasokan PCR
Sementara itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membeli satu alat polymerase chain reaction (PCR) berkapasitas 346 per hari senilai Rp3,8 miliar. Dengan penambahan alat tersebut, saat ini Sumsel bisa memeriksa 576 sampel swab Covid-19 per harinya.
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan alat senilai Rp3,8 miliar tersebut termasuk dengan 5.000 kit reagen, satu paket BMHP PCR, satu unit centrifuge, dan satu unit vertical laminar flow cabinet.
"Ini real time hasilnya, hanya perlu ditunggui beberapa jam saja. Pembelian ini menunjukkan keseriusan kita agresif melakukan tracing dan pemeriksaan aktif," ujar Herman Deru, Selasa (2/6).
"Kalau misalnya perlu alat PCR-nya itu bisa dinaikkan ke mobile laboratorium. Kalau ada suatu daerah yang tidak normal penyebaran virus corona, bisa langsung dibawa ke daerah itu," ujar Deru. (ain/adb/idz/ain)