Sementara tanggul sepanjang 20 meter yang sebelumnya disebut menjadi penyebab luapan air memasuki kompleks hingga Senin (8/6) siang terlihat telah rampung diperbaiki.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sekitar pukul 11.30 di lokasi, ketinggian air terpantau tak sampai 10 sentimeter atau hanya setinggi mata kaki orang dewasa.
Di sejumlah titik lain di RW 10, air bahkan sudah mulai mengering dengan hanya menyisakan sisa-sisa lumpur yang tengah dibersihkan oleh warga dan petugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi yang sama, setidaknya terpantau ada tiga mobil dari Suku Dinas SDA yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan sisa-sisa luapan air yang menggenangi salah satu perumahan elit di Jakarta Utara tersebut.
Sejumlah petugas masih melakukan pembersihan sisa-sisa air yang menggenangi sejumlah rumah warga di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakut hingga Senin (8/6) siang. Foto: CNN Indonesia/ Thohirin |
Tak hanya dari Suku Dinas Jakut, sejumlah mobil tersebut juga didatangkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
Salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya menuturkan, tanggul jebol sudah diperbaiki oleh pihak pengembang perumahan sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait peristiwa tersebut.
Banjir rob sebelumnya terjadi pada Minggu (8/6) lalu di Perumahan Pantai Mutiara. Luapan air tersebut mengakibatkan air menggenangi sejumlah RW di perumahan dengan ketinggian antara 20-40 sentimeter.
"Saat ini kami hanya bantuan sementara saja, kalau sudah diserahkan ke Pemerintah baru kita yang bangun," ujar Adrian saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (7/6). (thr/gil)
Sejumlah petugas masih melakukan pembersihan sisa-sisa air yang menggenangi sejumlah rumah warga di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakut hingga Senin (8/6) siang. Foto: CNN Indonesia/ Thohirin