DPR soal Insiden Heli Jatuh: Tambah Biaya Perawatan Alutsista

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2020 22:44 WIB
A Russian air force Mil Mi-17 military helicopter flies over a joint Turkish-Russian military patrol in the countryside of the Syrian town of Darbasiyah near the Turkish border in the northeastern province of Hasakah, on April 22, 2020. (Photo by DELIL SOULEIMAN / AFP) Helikopter MI-17 milik TNI yang jatuh. (AFP/DELIL SOULEIMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menambah biaya perawatan dan pemeliharaan alat utama sistem pertahanan atau alutsista.

Permintaan ini Kharis sampaikan menyikapi insiden helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) di Kendal, Jawa Tengah dan menewaskan empat orang pada Sabtu (6/6).

Ia meminta Hadi memastikan insiden serupa tidak terulang lagi di hari mendatang.


"Saya mohon kepada Panglima TNI mengingat rentan dan pentingnya Alutsista TNI agar menambahkan biaya pemeliharaan dan perawatan alutsista jangan sampai ada yg kurang sedikitpun dan semoga tidak ada kecelakaan lagi ke depan" kata Kharis saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/6).
Dia berkata bahwa kecelakaan helikopter jenis ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada 2019 silam jatuh di Papua.

Politikus PKS itu pun mendesak Kementerian Pertahanan dan Hadi melakukan investigasi menyeluruh dan cepat kemudian segera memberikan laporan lengkap ke Komisi 1 DPR.

"Bulan Juli 2019 Helikopter MI-17 miliki TNI AD juga jatuh di Papua dan kemarin di Kendal, ini jelas harus dilakukan investigasi menyeluruh dan serius karena TNI kita banyak pakai helikopter jenis ini " ujar Kharis.

Diketahui, Helikopter M-17 milik TNI AD dilaporkan jatuh dalam penerbangan dari Oksibil ke Jayapura, Papua, Jumat (28/6) pada pukul 11.49 WIT.
Sempat terkendala cuaca buruk, pencarian heli baru membuahkan hasil pada Februari 2020 atau sekitar 8 bulan kemudian. Tim evakuasi hanya menemukan 12 jenazah awak helikopter. Sementara, tujuh jenis senapan serbu SS-1, tiga pistol, dan satu pelontar granat alias GLM, raib.

Helikopter MI-17 milik TNI AD merupakan buatan Rusia. Desain helikopter ini dikembangkan oleh Biro Desain Mil Rusia.

Sementara produksi helikopter ditangani oleh salah satu produsen helikopter terbesar dunia asal Rusia, Kazan Helicopter Plant (KHP). Keduanya merupakan anak perusahaan dari Russian Helicopter.

Mil Design ternama dengan rancangan helikopter yang mampu mengangkat beban berat. Helikopter buatan perusahaan ini digunakan untuk kepentingan militer dan sipil. (mts/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER