Pantauan CNNIndonesia.com, antrean dibagi tiga bagian. Bagian pertama di luar stasiun. Sebagian besar penumpang diminta mengantre sebelum mengetap kartu.
Bagian kedua, antrean di dalam stasiun. Penumpang diminta berbaris sebelum diperbolehkan masuk ke peron.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan aparat TNI, Satpol PP, dan petugas stasiun diterjunkan untuk memandu antrean penumpang. Mereka yang menentukan kapan penumpang boleh masuk peron dan kereta.
Bima mengusulkan perkantoran di Jakarta yang beroperasi lagi mulai Senin (8/6), agar membuat dispensasi yakni jadwal pegawai masuk dan keluar kantor dalam beberapa shift, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang KRL di Stasiun Bogor.
"Harus ada kebijakan dari kantor-kantor di Jakarta dengan membuat shift jam masuk dan jam keluar kerja, jadi tidak secara serentak semuanya masuk pagi dan keluar sore," kata Bima Arya.
Antrean penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor masih terjadi pada Selasa (9/6). Aparat TNI dan Satpol PP diterjunkan. (CNN Indonesia/Dhio Faiz) |
Bima juga menuturkan, kemarin, baru sekitar 10 persen perkantoran yang mulai beroperasi lagi, karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
Bima meyakini, kalau perkantoran di Jakarta tidak membuat jadwal kerja dalam sistem shift dan pengelola KRL juga belum mengembalikan jadwal operasionalnya seperti kondisi normal, maka akan terjadi penumpukan di dalam gerbong kereta.
Antrean penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor masih terjadi pada Selasa (9/6). Aparat TNI dan Satpol PP diterjunkan. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)