Pelaksanaan PSBB di wilayah yang dikenal Surabaya Raya itu diganti menjadi masa transisi dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena kasus tak kunjung turun secara signifikan, PSBB Surabaya Raya diperpanjang. PSBB Jilid dua yaitu 12-25 Mei 2020.
Tepat di hari pertama PSBB Jilid dua, kasus corona di Kota Surabaya bertambah 33 kasus menjadi 741 kasus. Menambah keseluruhan kasus di Jawa Timur menjadi 1.569 kasus. Artinya setelah PSBB, kasus corona di Surabaya justru meningkat setidaknya dua kali lipat. Dan kasus Jawa Timur meningkat cukup signifikan.
Untuk itu, Khofifah menilai PSBB Surabaya Raya belum bisa dicabut. Sehingga PSBB kembali diperpanjang 26 Mei-8 Juni 2020.
Menengok kasus pada hari pertama PSBB kedua, angka kasus Kota Surabaya meningkat 1.354 kasus. Dan Jawa Timur meningkat 2.306 kasus dalam dua pekan.
Kendati kasus masih menumpuk, namun pada Senin (8/6) kemarin Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan tidak melanjutkan PSBB di Surabaya Raya.
Kasus corona di Kota Surabaya pada hari itu mencapai 3.360 kasus. Sedangkan Jawa Timur mencapai 6.297 kasus. Hari itu penambahan kasus di Jawa Timur jadi yang tertinggi di Indonesia.
Ini artinya sejak dua pekan lalu, penambahan kasus corona di Kota Surabaya sebanyak 1.265 kasus. Dan di Jawa Timur bertambah sebanyak 2.422 kasus.
Jika diperhatikan dari penambahan kasus corona pada PSBB pertama, kedua dan ketiga, belum ada penurunan jumlah kasus yang signifikan di Kota Surabaya maupun Jawa Timur.
Terkait angka konfirmasi positif corona di Jawa Timur, khususnya Surabaya Raya itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan tak lepas dari uji tes PCR yang semakin masif.
"Semakin banyak kita periksa, semakin banyak kasus yang terkonfirmasi. Seperti halnya Jatim karena jumlah PCR mesin makin banyak," ujar Doni dalam jumpa pers usai rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (4/6).
Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, kemnali menggelar salat jumat berjemaah, 5 Juni 2020, di tengah penerapan PSBB mencegah Covid-19. (CNN Indonesia/Farid) |
Kepala BNPB itu pun mengaku telah mengimbau pada pemerintah provinsi Jatim agar para pasien corona yang sudah sembuh di sana dapat menyumbangkan plasma darah bagi pasien sakit. Imbauan serupa, kata Doni, juga disampaikan ke Pemprov DKI Jakarta.
Untuk diketahui, terapi plasma darah merupakan salah satu upaya guna menyembuhkan pasien yang positif corona.
Sementara itu, Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo menilai pelaksanaan PSBB Surabaya Raya tak efektif menekan penyebaran corona.
Ia pun menilai Surabaya Raya belum masuk kriteria untuk menghentikan penerapan PSBB dan masuk ke masa transisi tatanan hidup baru.
"Jangan ada pelonggaran dulu, jangan ke New Normal dulu. Itu berbahaya," kata Windhu kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/6).
Angka serangan infeksi Surabaya Raya sendiri mencapai 90 per 100.000 penduduk. Dan tingkat kematiannya mencapai 9 persen.
Petugas mengenakan APD melakukan pengambilan sampel warga untuk tes risiko Covid-19, Surabaya, 29 Mei 2020. (ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO) |
Merujuk ke https://infocovid19.jatimprov.go.id/, per Selasa (8/6), peta sebaran Covid-19 di provinsi itu mencatat total ada 6.297 kasus positif. Sebanyak 1.584 (25,15 persen) di antaranya sembuh, dan 514 meninggal.
Khusus di kota Surabaya, kasus positifnya masih tercatat yang terbanyak di Jatim yakni 3.360. Sebanyak 867 sembuh, dan 296 meninggal.
Kemudian di Gresik kasus positifnya 219, di mana 21 meninggal dan 37 sembuh.
Lalu Sidoarjo kasus positifnya 775, di mana 57 sembuh dan 68 meninggal.
Per 8 Juni, dibandingkan sehari sebelumnya, penambahan kasus positif baru di kota Surabaya mencapai 236, Sidoarjo sebanyak 20, dan 5 di Gresik.
Kemarin, Pemprov Jatim telah resmi memutuskan tak akan melanjutkan PSBB di Surabaya Raya. Sebagai gantinya, kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, pemberlakuan fase transisi atau PSBB transisi selama 14 hari. (fey/kid)
Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, kemnali menggelar salat jumat berjemaah, 5 Juni 2020, di tengah penerapan PSBB mencegah Covid-19. (CNN Indonesia/Farid)
Petugas mengenakan APD melakukan pengambilan sampel warga untuk tes risiko Covid-19, Surabaya, 29 Mei 2020. (ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO)