Jejak Corona dan PSBB Surabaya Raya Sampai Masa Transisi

CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2020 11:38 WIB
Petugas melakukan penyekatan di pos pemeriksaan Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/5/2020). Pada hari terakhir pelaksanaan PSBB tahap kedua Surabaya yang bertepatan dengan hari kedua Idul Fitri 1441 H, petugas gabungan meminta sejumlah pengendara yang akan masuk Kota Surabaya untuk berputar balik disebabkan tidak mengenakan masker, melebihi jumlah 50 persen kapasitas penumpang kendaraan bermotor dan tidak mempunyai urusan penting atau mendesak. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj. Pos pemeriksaan PSBB di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, 25 Mei 2020. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik sepakat menghentikan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pelaksanaan PSBB di wilayah yang dikenal Surabaya Raya itu diganti menjadi masa transisi dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

PSBB Surabaya Raya sendiri pertama kali diterapkan pada 28 April 2020. Kala itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo selama 14 hari.


Saat itu kasus corona di Kota Surabaya mencapai 372 kasus positif, 73 kasus sembuh dan 51 kasus meninggal dunia. Sedangkan jumlah keseluruhan kasus di Jawa Timur mencapai 857 kasus.

Namun karena kasus tak kunjung turun secara signifikan, PSBB Surabaya Raya diperpanjang. PSBB Jilid dua yaitu 12-25 Mei 2020.

Khofifah menyatakan perpanjangan dilakukan karena beberapa indikator keberhasilan PSBB belum dicapai Surabaya Raya. Indikator itu antara lain mengenai penurunan kasus, angka kematian, sampai transmisi lokal.

Tepat di hari pertama PSBB Jilid dua, kasus corona di Kota Surabaya bertambah 33 kasus menjadi 741 kasus. Menambah keseluruhan kasus di Jawa Timur menjadi 1.569 kasus. Artinya setelah PSBB, kasus corona di Surabaya justru meningkat setidaknya dua kali lipat. Dan kasus Jawa Timur meningkat cukup signifikan.

Untuk itu, Khofifah menilai PSBB Surabaya Raya belum bisa dicabut. Sehingga PSBB kembali diperpanjang 26 Mei-8 Juni 2020.

Pada hari pertama penerapan PSBB, 26 Mei, kasus corona di Kota Surabaya terus bertambah hingga 2.095 kasus. Dan kasus di Jawa Timur mencapai 3.875 kasus.

Menengok kasus pada hari pertama PSBB kedua, angka kasus Kota Surabaya meningkat 1.354 kasus. Dan Jawa Timur meningkat 2.306 kasus dalam dua pekan.

Kendati kasus masih menumpuk, namun pada Senin (8/6) kemarin Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan tidak melanjutkan PSBB di Surabaya Raya.

Kasus corona di Kota Surabaya pada hari itu mencapai 3.360 kasus. Sedangkan Jawa Timur mencapai 6.297 kasus. Hari itu penambahan kasus di Jawa Timur jadi yang tertinggi di Indonesia.

Ini artinya sejak dua pekan lalu, penambahan kasus corona di Kota Surabaya sebanyak 1.265 kasus. Dan di Jawa Timur bertambah sebanyak 2.422 kasus.

Jika diperhatikan dari penambahan kasus corona pada PSBB pertama, kedua dan ketiga, belum ada penurunan jumlah kasus yang signifikan di Kota Surabaya maupun Jawa Timur.

Terkait angka konfirmasi positif corona di Jawa Timur, khususnya Surabaya Raya itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan tak lepas dari uji tes PCR yang semakin masif. 

"Semakin banyak kita periksa, semakin banyak kasus yang terkonfirmasi. Seperti halnya Jatim karena jumlah PCR mesin makin banyak," ujar Doni dalam jumpa pers usai rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (4/6).

Masjid Nasional Al Akbar Surabaya kembali menggelar Salat Jumat Berjemaah. Ini merupakan kali pertama dilaksanakannya Salat Jumat oleh masjid terbesar di Kota Pahlawan tersebut, di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, kemnali menggelar salat jumat berjemaah, 5 Juni 2020, di tengah penerapan PSBB mencegah Covid-19. (CNN Indonesia/Farid)

Selain itu, lanjut Doni, kemampuan untuk menjaring Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga semakin besar.

Kepala BNPB itu pun mengaku telah mengimbau pada pemerintah provinsi Jatim agar para pasien corona yang sudah sembuh di sana dapat menyumbangkan plasma darah bagi pasien sakit. Imbauan serupa, kata Doni, juga disampaikan ke Pemprov DKI Jakarta.

Untuk diketahui, terapi plasma darah merupakan salah satu upaya guna menyembuhkan pasien yang positif corona.

Sementara itu, Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo menilai pelaksanaan PSBB Surabaya Raya tak efektif menekan penyebaran corona.

Ia pun menilai Surabaya Raya belum masuk kriteria untuk menghentikan penerapan PSBB dan masuk ke masa transisi tatanan hidup baru.

"Jangan ada pelonggaran dulu, jangan ke New Normal dulu. Itu berbahaya," kata Windhu kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/6).

Angka serangan infeksi Surabaya Raya sendiri mencapai 90 per 100.000 penduduk. Dan tingkat kematiannya mencapai 9 persen.

Petugas melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama dengan Pemkot Surabaya melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 dan 'Swab test' guna mengetahui kondisi kesehatan warga sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pras.Petugas mengenakan APD melakukan pengambilan sampel warga untuk tes risiko Covid-19, Surabaya, 29 Mei 2020. (ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO)
Khusus di Surabaya, angka reproduksi kasus corona setelah ada upaya menekan penyebaran virus (Rt) tercatat ada penurunan mencapai angka 1. Meski demikian, kata Windhu, jumlah itu belum aman sepenuhnya.

Merujuk ke https://infocovid19.jatimprov.go.id/, per Selasa (8/6), peta sebaran Covid-19 di provinsi itu mencatat total ada 6.297 kasus positif. Sebanyak 1.584 (25,15 persen) di antaranya sembuh, dan 514 meninggal.

Khusus di kota Surabaya, kasus positifnya masih tercatat yang terbanyak di Jatim yakni 3.360. Sebanyak 867 sembuh, dan 296 meninggal.

Kemudian di Gresik kasus positifnya 219, di mana 21 meninggal dan 37 sembuh.

Lalu Sidoarjo kasus positifnya 775, di mana 57 sembuh dan 68 meninggal.

Per 8 Juni, dibandingkan sehari sebelumnya, penambahan kasus positif baru di kota Surabaya mencapai 236, Sidoarjo sebanyak 20, dan 5 di Gresik.

Kemarin, Pemprov Jatim telah resmi memutuskan tak akan melanjutkan PSBB di Surabaya Raya. Sebagai gantinya, kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, pemberlakuan fase transisi atau PSBB transisi selama 14 hari. (fey/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK