Dua Pesantren di Jatim Bersiap Kembali Gelar Kegiatan Belajar

CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2020 12:51 WIB
Sejumlah santri berjalan menuju bus untuk dipulangkan ke daerah asal di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (31/3/2020). Ponpes terbesar se-Jawa Timur tersebut memulangkan sedikitnya 22 ribu santri untuk menangkal penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj. Ilustrasi santri pesantren. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua pondok pesantren di Jawa Timur, al-Falah Ploso dan Lirboyo, Kediri mengaku bersiap memulai kembali proses belajar mengajar memasuki era new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi global virus corona (Covid-19).

Salah satu pengurus Pesantren al-Falah Ploso, M Ma'mun Mahfud mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan hal-jal yang menjadi panduan new normal dalam proses pembelajaran.

"Mengenai pengaturan ulang bagaimana pelaksanaan nanti pendidikan," ujar Ma'mun dalam dialog virtual dengan Tim Gugus Tugas Covid-19, Selasa (9/6).


Ma'mun menambahkan, Pesantren al-Falah rencananya baru akan memulai proses pembelajaran awal Juli nanti. Selama dua bulan, hingga Agustus, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membahas hal itu.

Nantinya, kata Ma'mun, pihaknya juga akan meminta semua santri untuk terlebih dahulu melakukan isolasi mandiri selama satu Minggu. Santri yang menunjukkan gejala Covid-19, akan diisolasi selama dua pekan.

Pondok pesantren al-Falah, lanjut Ma'mun, juga akan tetap melakukan penerimaan santri baru pada tahun ini. Namun sebelum mengikuti kegiatan di pesantren, santri baru terlebih dahulu akan menjalani rapid test dan isolasi untuk memastikan mereka bebas dari gejala Covid-19.

"Kita siapkan beberapa ruang isolasi, rencana tetap semua isolasi seminggu, kemudian [menunjukkan] gejala kita isolasi dua minggu," ujarnya.

Sementara itu, pengurus Pesantren Lirboyo Kediri, Abdul Muid Shohib menyatakan pihaknya saat ini tengah menerapkan konsep Pesantren Tanggung memasuki era new normal pandemi Covid-19.

Muid mengaku pihak pesantren pada 4 Juni lalu sudah meminta agar semua santri melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum kembali ke pesantren dan memulai aktifitas belajar mengajar seperti biasa.

Muid menyampaikan, proses kedatangan santri sebelum dimulainya proses belajar mengajar di pesantren akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, dari sekitar 28 ribu santri pesantren Lirboyo, hanya ada sekitar 10 persen atau sekitar 2.500 santri yang akan kembali ke pesantren.

Mereka, ujar Muid, rencananya baru akan kembali pada 20 Juni mendatang dan langsung akan dilakukan pemeriksaan suhu badan dan test kesehatan lainnya.

"Kurang lebih 2.500 santri dan ini kita ambilkan dari santri Kediri dan sekitar Nganjuk, Tulungagung, dan Trenggalek," katanya.

Lebih lanjut, Muid menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan sejumlah protokol kesehatan lain kepada para santri itu, seperti penyemprotan desinfektan kepada barang- barang mereka, dan terlebih dahulu akan isolasi selama 14 hari di asrama pesantren.

Selama 14 hari itu, mereka juga akan menerapkan sejumlah protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan melakukan social distancing. Meski begitu, selama 14 hari masa isolasi, mereka tetap akan mulai melakukan sejumlah kegiatan seperti salat berjamaah, istighosah, pengajian, dan kegiatan untuk meningkatkan imunitas tubuh. (thr/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK