Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) episentrum gempa itu berada di laut, sekitar 68 Km arah Selatan kota Namrole Kabupaten Buru Selatan.
"Gempa pada kedalaman 20 kilometer, gempa tak berpotensi stunami,"Tulis melalui akun resmi BMKG, Selasa, (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," demikian pemberitahuan BMKG.
Skala guncangan yang sama juga dirasakan di Namlea, Kabupaten Buru.
Sementara itu di Seram Bagian Barat, sekitar 233 kilometer dari episentrum gempa, guncangan dirasakan dengan skala III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu
Guncangan paling dirasakan di Namrole, yang terdekat dengan episentrum gempa, yakni skala III-IV MM. Guncangan ini dirasakan orang banyak.
[Gambas:Twitter]
Saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Selain itu, per Selasa, (9/6) pukul 14.53 WIT, BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Masyarakat dimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diingatkan hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa tektonik. (sai/kid)