Tak hanya soal pemberitahuan pembatalan keberangkatan calon jemaah haji dari Indonesia tahun ini, dalam surat itu Fachrul juga menyebut telah meminta pemerintah Arab Saudi tak menerbitkan visa kunjungan dalam bentuk apapun bagi warga negara Indonesia di tahun ini.
"Sudah dikomunikasikan oleh kedutaan tapi surat resmi baru kami kirim hari ini, karena kami minta di dalamnya juga untuk bantuan pemerintah saudi untuk tidak menerbitkan visa undangan maupun visa mandiri. Tapi belum ada tanggapan," kata Fachrul dalam diskusi webinar melalui aplikasi siaran langsung Zoom, Selasa (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya resikonya memang satu, yang mestinya berangkat tahun ini tetap akan diberangkatkan tahun depan. Resikonya memang terpaksa yang tahun depan bergeser menjadi tahun depannya lagi, begitu," kata dia.
Meski begitu Fachrul mengklaim banyak masukan yang mayoritas justru memaklumi keputusan pembatalan ini.
"Kalau saya pantau dari beberapa masukan yang masuk ke kami, mayoritas menyatakan sangat memaklumi keputusan ini karena demi keselamatan kita semua dan demi waktu haji ini persiapannya bisa dilakukan semaksimal mungkin," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Fachrul juga mengatakan kemungkinan untuk keberangkatan calon jemaah di tahun 2021 pihaknya akan mencoba melobi pihak Arab Saudi agar dapat penambahan kuota bagi calon jemaah asal Indonesia.
"Memang pasti akan selalu kita usahakan untuk ada penambahan kuota, meskipun kita enggak yakin seandainya penambahan kuota itu pun ada pastilah tidak sebanyak yang kita harapkan," kata dia. (tst/osc)