"RSPAD dan 68 RS TNI AD harus memberikan perlakuan sama terhadap seluruh pasien karena itu merupakan kredibilitas rumah sakit yang berada di bawah naungan angkatan darat," tutur dia, dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Menurutnya, kredibiltas seluruh rumah sakit terletak pada kecepatan dalam melayani semua masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TNI AD sendiri saat ini tengah menyiapkan pembangunan laboratorium untuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di 63 rumah sakit tingkat II-IV, dan di lima rumah sakit bantuan.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Andika mencontohkan sejumlah ketentuan desain lab itu. Misalnya, Ruangan bertekanan negatif beserta saringan (filter) penyerap partikel udara efisiensi tinggi (High Efficiency Particulat Air/ HEPA) pada ruangan setidaknya 3x3 meter, memiliki ruang penyekat untuk menahan virus tidak keluar.
Berdasarkan laporan dari Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat Mayjen TNI Mohammad Munib, Kepala Rumah Sakit bersedia menyediakan tanah seluas 5x10 meter untuk dibuat lab dengan supervisi oleh kepala Kesehatan daerah Militer (Kakesdam). Desain gedungnya akan dibuat oleh Pusat Zeni TNI AD.
KSAD juga mendapat laporan mengenai jumlah pasien yang mendapat perawatan di rumah sakit TNI AD pada setiap daerah dari pemaparan setiap Kakesdam.
Misalnya, Kepala Kesdam Jaya Kolonel Korps Kesehatan Militer Dokter Stefanus Dony menyebut total keseluruhan pasien Covid-19 yang telah dirawat di RS Kesdam Jaya mencapai 793 orang, terdiri dari 4 pasien yang dari militer dan sisanya pasien umum.
(dis/antara/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian