Miftah merupakan seorang dokter yang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
"Sejawat ini adalah dokter yang sedang menempuh pendidikan di Soetomo, dan kesehariannya juga bekerja di jaga depan, di IGD," kata Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dirujuk ke RSUD Soetomo, Miftah menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti rapid test, CT scan, hingga tes usap atau swab test. Hasilnya, ia dipastikan terkonfirmasi positif Corona.
Pesta mengakui Miftah juga menderita sejumlah penyakit penyerta lainnya. Disamping itu, kata Pesta, rekannya itu juga mengalami berat badan berlebih.
Foto: CNNIndonesia/Fajrian |
Kendati demikian, Pesta mengaku tak tahu pasti dimana dan kapan Miftah mulai tertular Covid-19. Pihaknya masih melakukan penelusuran.
Kini jenazah Miftah tengah dalam perjalanan menuju kampung halamannya di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebagaimana permohonan pihak keluarga.
"Keluarga sepakat memohon untuk kita mengantarkan sampai ke peristirahatan terakhirnya di kampung halamannya di Magetan Jawa Timur. Dan kita juga sudah berkoordinasi dengan keluarga di sana, mereka siap untuk melaksanakan proses pemakaman secara protokol [Covid-19]," kata dia.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar Berli Hamdani menyebutkan sedikitnya ada 123 tenaga kesehatan yang terinfeksi Virus Corona.
"Ada 123 orang [tenaga kesehatan] yang terpapar dan sebagian besar sudah sembuh. Artinya, mereka sudah dilakukan tes swab dua kali. Untuk yang terbaru yang terpapar, kita lakukan pengetesan masif dengan prioritas tenaga kesehatan, termasuk petugas Puskesmas," kata dia, dalam konferensi pers virtual dari Gedung Sate Bandung, Selasa (9/6).
[Gambas:Twitter]
Berli melaporkan, tenaga medis yang terpapar Covid-19 akan diisolasi mandiri di Gedung BPSDM Jabar, yang berlokasi di Kota Cimahi.
Meskipun ada tenaga kesehatan yang terpapar, ia memastikan layanan kesehatan di tempat tersebut akan tetap dibuka bagi umum.
"Yang terkena hanya beberapa orang, tidak sampai setengahnya. Itu juga diduga tertularnya bukan di tempat tersebut (fasilitas kesehatan), tapi di tempat lain," ucapnya.
(frd/hyg/arh)
Foto: CNNIndonesia/Fajrian