8 Siswa dari Setukpa Sukabumi di DIY Positif Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 13/06/2020 04:40 WIB
Petugas medis menyiapkan sampel tes swab di Halaman Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah Kabupaten dan Kota terus berupaya mengendalikan penyebaran COVID-19 dengan melakukan pelacakan melalui tes diagnostik cepat (Rapid Test) maupun swab terhadap warga di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc. ilustrasi. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah kasus positif Covid-19 kembali meningkat di Yogyakarta pada Jumat, (12/6). Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyebutkan delapan dari 10 kasus baru pada 12 Juni 2020 ini adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang merupakan siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Sekolah Pendidikan Polisi (Lemdikpol) di Sukabumi, Jawa Barat.

"Mereka pulang dari Sukabumi lanjut ke SPN (Sekolah Polisi Negara) Selopamioro Bantul," jelas Berty, Jumat (12/6).

Menurutnya, delapan kasus baru di SPN selopamioro ini merupakan hasil tracing massal di sana. Dari hasil rapid tes massal itu, sembilan reaktif, dan setelah menjalani tes swab, delapan dari mereka dinyatakan positif Covid-19.


Dengan tambahan delapan kasus tersebut, maka total siswa Setukpa dari DIY yang dinyatakan positif Covid-19 ada sembilan orang. Namun satu orang telah dinyatakan sembuh.


Sementara Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY, Yuliyanto menjelaskan, sebelumnya ada 19 Siswa Inspektur Polisi (SIP) yang baru kembali dari Sukabumi. Sesampainya di SPN Selopamioro Bantul, DIY, mereka menjalani rapid tes, dengan hasil lima reaktif.

"Dari lima yang reaktif itu dilakukan swab, hasilnya negatif semua," ungkap Yuli.

Sekitar dua minggu kemudian, lanjut Yuli, mereka menjalani rapid tes kedua. Hasilnya ada tiga orang yang reaktif. Setelah ketiganya menjalani swab, salah satu dari mereka dinyatakan positif sehingga dirawat di RS Bhayangkara, dan sekarang sudah sembuh.

Rapid tes ketiga, sebut Yuli, hasilnya menunjukkan sembilan orang reaktif, kemudian di swab dan hasilnya delapan orang positif, dan sedang menjalani isolasi di RS Bhayangkara.

"Karena yang delapan sudah diisolasi di RS, maka yang lain tetap belajar di SPN," tegas Yuli.  (sut/age)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK