Tokoh pemuda Desa Kairatu, Predy Pentury, mengatakan aksi warga merupakan protes terhadap bupati yang memerintahkan pembongkaran paksa pos Covid-19. Warga menolak perintah bupati karena virus corona masih mewabah di wilayah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menunggu mobil Bupati Yasin Payapo pulang setelah melakukan kunjungan di Desa Gemba, Kecamatan Kairatu, Seram Bagian Barat.
Bahkan saat mobil yang membawa bupati terjebak di jalan yang diblokade. Bukannya membuka jalan, warga mengadang mobil bupati.
"Aksi pun pecah setelah Bupati Yasin Payapo menolak ajakan warga, arus lalu lintas di kawasan itu pun lumpuh total," kata Predy.
Saat itu warga meminta bupati turun dan menemui mereka. Namun, bupati menolak. Aksi protes pun pecah.
Dia juga meminta perwakilan pemuda dan unsur desa menemui Bupati di Pandopo kota Piru. Dari dialog tersebut warga akhirnya bersedia membuka kembali jalan yang sempat mereka blokade. (sai/wis)