Hal ini diungkapkan merespons Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Wilayah Jabodetabek.
"Bagi ASN wanita tetap kita minta ditugaskan pada sif pagi," ujarnya melalui rekaman video, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengatakan PT Kereta Api Indonesia sudah melakukan survei latar belakang pekerjaan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL).
Pengaturan jumlah penumpang di KRL membuat gerbong tak terlalu padat meski antrean masuk stasiun mengular. (CNN Indonesia/Yogi Anugerah) |
Rinciannya, penumpang KRL dari kalangan swasta mencapai 38 persen, PNS 36 persen, pegawai BUMN 5 persen, dan sisanya masyarakat lainnya.
Terpisah, Sekretaris Jenderal Kemenpan RB Dwi Wahyu Atmaji menyebut prioritas bagi ASN perempuan itu terkait dengan kenyamanan jam pulang kerja.
Ia juga menekankan sebagian ASN masih bekerja di rumah kendati ada pembagian sif kerja.
"Untuk ASN tetap berlaku work from home (bekerja dari rumah) dan work from office (bekerja dari kantor). Dan yang diatur dua sif ini hanya untuk yang WFO," tuturnya.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Perbandingan jumlah pegawai yang masuk di sif satu dan di sif 2 mendekati proporsi 50 persen banding 50 persen," imbuh Dwi.
Sebelumnya Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan surat ini dikeluarkan untuk menghindari kepadatan di jam tertentu pada Kereta Rel Listrik (KRL).
Hampir 45 persen dari penumpang tersebut, katanya, menumpang KRL secara bersamaan pukul 05.30 sampai 06.30 WIB. Untuk itu pembagian sif diharapkan bisa menjadi solusi.
(fey/arh)
Pengaturan jumlah penumpang di KRL membuat gerbong tak terlalu padat meski antrean masuk stasiun mengular. (CNN Indonesia/Yogi Anugerah)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen