Salah satu orang tua santri Madura, Anwar, mengaku khawatir dengan ancaman Covid-19. Namun, ia mau tak mau harus percaya kepada pihak Ponpes dalam menjaga keselamatan anaknya.
"Persiapan berangkat, ada tes kesehatan, dikasih [surat] pengantar dari Bapak Kepala Desa, rapid [test] juga," kata Anwar dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para santri ini sudah mendapatkan izin dari pondok pesantren dan pemerintah daerah Jawa Timur, karena mereka telah mengikuti protokol kesehatan," kata dia, di Pangkalpinang, dikutip dari Antara.
Ia mengaku senang melepas keberangkatan para santri. Dirinya mereka akan menjadi calon pemimpin berkualitas.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut pesantren di wilayahnya kembali dibuka sejak kemarin. (CNN Indonesia/ Farid Miftah Rahman) |
Terkait masalah keberangkatan para santri saat pandemi, Erzaldi Rosman mengatakan pihaknya sudah mendapatkan kesepakatan bersama dari pemerintah setempat karena sudah mengikuti anjuran protokol kesehatan.
"Selama ini mereka mengikuti protokol kesehatan, dan sudah dibuktikan dengan surat dan kami berkewajiban untuk mengantar mereka hingga sampai tujuan dengan selamat. Mereka sudah melakukan rapid test dan surat kesehatan sudah kita keluarkan," ujarnya.
Ponpes Bersiap
Ponpes Modern Gontor Darussalam, Ponorogo, mengaku telah siap membuka aktivitas belajar mengajarnya. Misalnya, lewat penyiapan tempat isolasi mandiri jika ada kasus baru Corona.
"Santri harus memiliki surat tanda bukti keterangan yang ditandatangani wali bermaterai, untuk diisolasi 10-14 hari sebelum mereka berangkat," terang dia.
"Pada H-3 atau H-2 mereka melakukan rapid test di daerah masing-masing," imbuhnya.
Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri, rencananya baru akan memulai proses pembelajaran awal Juli. Pihak ponpes juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membahas hal itu hingga Agustus.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Pada tahap pertama, dari total sekitar 28 ribu santri, 10 persen atau sekitar 2.500 santri akan tiba.
Sebagaimana diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap memfasilitasi pondok pesantren yang akan kembali buka usai hampir tiga bulan tutup akibat pandemi Virus Corona.
Namun, baru-baru ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menekankan sekolah berkonsep asrama belum boleh dibuka pada Juli dan Agustus mendatang saat pembukaan tahun ajaran baru 2020/2021.
Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windhu Purnomo menyayangkan pembukaan kembali sejumlah pesantren di Jawa Timur. Sebab, angka penularan Covid-19 di Jatim masih tinggi dengan angka reproduksi efektif atau Rt di atas 1.
"Jadi saya tidak mengerti apa pertimbangan dari kepala daerah itu [membuka pesantren], seharusnya tahan dulu karena Rt masih di angka 1," ujar Windhu kepada CNNIndonesia.com.
Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, kasus Covid-19 di wilayah itu pada Senin (15/6) mencapai 8.053 kasus. Dari jumlah itu, 2.317 orang dinyatakan sembuh, dan 638 orang lainnya meninggal.
(khr/antara/arh)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut pesantren di wilayahnya kembali dibuka sejak kemarin. (CNN Indonesia/ Farid Miftah Rahman)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen