27 Tenaga Kesehatan di Buton Positif Corona

CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 14:53 WIB
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 kepada warga yang mengikuti kegiatan keagamaan beberapa waktu lalu di Gowa, Sulawesi Selatan di Sport Centre Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (10/4/2020). Pemerintah setempat melakukan rapid test kepada 60 warga usai pasien pertama dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali dari kegiatan tersebut. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/pras. Ilustrasi tenaga medis, melayani para pasien virus corona. (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 27 tenaga kesehatan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara dilaporkan terinfeksi virus corona, Kamis (18/6).

Satu dari 27 tenaga kesehatan yang terinfeksi adalah dokter yang juga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton. Para tenaga kesehatan diduga terinfeksi saat melayani pasien yang terpapar virus corona.

"Total kasus terkonfirmasi positif di Sultra sebanyak 326 kasus," kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal, Kamis (18/6).


"Di Buton ada 27 tenaga kesehatan yang terinfeksi dan tiga warga biasa," kata La Ode Rabiul Awal.

Mayoritas, kata dia, kasus baru di Sultra cenderung menurun namun sporadis tanpa bisa ditelusuri kontaknya. Hal ini mengindikasikan bahwa proses penularan di masyarakat bisa saja terjadi namun tidak terdeteksi.

"Kebanyakan berdasarkan hasil rapid test dinyatakan reaktif dan dilanjutkan swab ternyata positif," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buton, Hayun menyebut kondisi 30 pasien yang baru dinyatakan terinfeksi virus corona pada Kamis (18/6) dalam keadaan membaik tanpa gejala.

Terkait dengan para tenaga medis, mereka yang kondisinya tanpa gejala telah dimasukkan dalam ruang isolasi khusus yang disiapkan pemerintah.

"Kita kan punya rumah sehat. Rumah susun ada sekitar 50-an lebih kamar. Di sana akan dilakukan isolasi kepada pasien yang tanpa gejala atau gejala ringan," jelasnya.

Dengan diisolasinya 27 tenaga kesehatan ini, kata dia, otomatis menghambat proses pelayanan medis di rumah sakit. Saat ini pihaknya telah menutup sementara pelayanan ruang kebidanan.

"Kalau ada pasien nanti dirawat dulu di puskesmas. Kalau sangat mendesak nanti dirujuk ke Baubau," tuturnya.

Total kasus terkonfirmasi positif corona di Sulawesi Tenggara sebanyak 326 orang. Pasien yang menjalani isolasi atau karantina sebanyak 118 orang, pasien sembuh 203 orang dan meninggal lima orang.

(pnd/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK