Dokter di Jawa Timur Kembali Meninggal karena Corona

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2020 10:35 WIB
Sejumlah petugas medis memakai alat pelindung diri untuk mengambil spesimen nasofaring dan orofaring pada seorang pasien suspek Covid-19 di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Rabu (4/3/2020). Seorang pasien suspect virus Corona (Covid-19) warga Kota Dumai sudah menjalani perawatan dua hari di ruang isolasi RSUD Dumai dan petugas medis dari Dinas Kesehatan Riau serta petugas Labkesda Riau mengambil spesimen saluran pernafasan atas (nasofaring dan orofaring), dahak atau sputum dan serum darah pasien tersebut untuk uji laboratorium. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/ama. Ilustrasi tenaga medis. (ANTARA FOTO /Aswaddy Hamid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gatot Purwanto, seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, Jawa Timur, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang isolasi karena terinfeksi virus corona (COVID-19).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman pada Sabtu (20/6) menjelaskan bahwa Gatot mulai menjalani perawatan di rumah sakit pada Rabu (17/6) setelah menderita demam dan muntah-muntah. Keesokan harinya, hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ia positif terinfeksi COVID-19.

Dokter dengan penyakit penyerta diabetes melitus (kencing manis) itu meninggal dunia pada Jumat (19/6) sore.

Syaf menjelaskan Gatot adalah petugas kesehatan ketiga di Sidoarjo yang meninggal dunia akibat COVID-19.

"Total yang terpapar 59 orang, dan yang meninggal dunia sudah tiga orang, dua perawat dan satu dokter," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Wakil Ketua Gugus Tugas COVID-19 Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan kematian tenaga kesehatan menunjukkan bahwa COVID-19 sama sekali tidak bisa diremehkan.

"Masihkah masyarakat menganggap virus ini tidak berbahaya?" katanya.

Menurut data pemerintah, sampai sekarang jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Sidoarjo sebanyak 1.129 orang, sementara orang dalam pemantauan berjumlah 1.280 orang (ODP) dan 642 pasien dalam pengawasan (PDP).


Dalam catatan CNNIndonesia.com, Gatot adalah dokter kesembilan di Jawa Timur yang meninggal karena Covid-19.

Sebelumnya, Deny Dwi Yuniarto, dokter di Kabupaten Sampang juga meninggal dunia pada Senin (15/6) karena terinfeksi corona, sementara Dokter Dibyo Hardianto yang merupakan pengurus IDI cabang bangkalan berpulang pada Minggu (14/6). Sementara Dokter pesialis parasitologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Machfud, meninggal pada Jumat (12/6).

Jawa Timur sendiri masih mencatatkan lonjakan kasus harian yang signifikan. Pada Jumat (19/6) terjadi penambahan 209 kasus positif corona sehingga total kasus mencapai 9.046.

Dari keseluruhan kasus kumulatif itu, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan hingga kini tercatat sebanyak 5.536 orang, atau setara dengan 61,20 persen.

(Antara/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK