Sebidang Tanah di Ambon Awal Konflik John Kei dan Nus Kei

CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2020 08:43 WIB
Polisi membawa salah satu tersangka kejahatan John Kei saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj. John Kei terlibat konflik dengan Nus Kei karena tak terima bagi hasil penjualan tanah di Ambon, Maluku. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyatakan penyerangan yang dilakukan John Kei terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei karena masalah bagi hasil penjualan tanah. Lokasi sebidang tanah yang menjadi pemicu konflik dua saudara itu terletak di daerah Ambon, Maluku.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan masalah pribadi antara John Kei dengan Nus Kei itu tak kunjung selesai. Akhirnya mereka saling mengancam lewat sambungan telepon.

Nana menyebut dalam pemeriksaan, pihaknya menemukan bukti perintah John Kei kepada anak buahnya untuk menyerang Nus Kei. John Kei disebut kecewa dengan uang bagi hasil penjualan lahan di Ambon itu.


"Ada perintah dari John Kei ke anggotanya, indikator pemufakatan jahat. Ada perencanaan pembunuhan terhadap saudara NK dan ER atau YDR," kata Nana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (22/6).

Peristiwa pertama terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (21/6). Saat itu, sekitar tujuh orang kelompok John Kei menganiaya ER hingga tewas.

Sedangkan satu orang lainnya, AR mendapat luka empat jari tangannya putus. ER dan AR diketahui merupakan anak buah Nus Kei.

Selanjutnya, sekitar pukul 12.25 WIB, sebanyak 15 orang kelompok John Kei mendatangi rumah Nus Kei, di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang. Namun mereka tak menemukan keberadaan Nus Kei.

Belasan orang itu lantas merusak rumah Nus Kei. Tak hanya itu, mereka juga merusak mobil Nus Kei dan mobil milik tetangga Nus Kei.

Tak sampai di situ, mereka turut merusak gerbang masuk perumahan Nus Kei saat akan meninggalkan lokasi. Anggota kelompok John Kei tersebut juga mengeluarkan tembakan tujuh kali kali.

"Menyebabkan satu orang sekuriti tertabrak dan satu orang ojol tertembak di bagian jempol kaki kanan," kata Nana.

Dari dua peristiwa itu, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kota menangkap 25 orang, termasuk John Kei. Polisi lantas kembali menangkap 5 orang, sehingga total 30 orang diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyatakan pihaknya turut memeriksa Nus Kei guna mengungkap dua peristiwa tersebut.

Nus Kei dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi korban. Menurutnya, keterangan dari Nus Kei menjadi modal kepolisian dalam menangkap John Kei dan anak buahnya.

"[Dasar penangkapan] salah satunya adalah keterangan saksi, saksi siapa? Salah satunya adalah saksi korban," ujarnya.

Saat ini, polisi masih memburu tiga anak bauh John Kei yang diduga terlibat dalam pembunuhan ini. Selain memburu tiga orang itu, polisi tengah mencari senjata api yang digunakan dalam aksi di Green Lake City.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menduga senjata api yang digunakan kelompok John Kei itu dibawa oleh tiga orang itu.

"Kami masih kejar siapa pemilik senpi, ada 3 DPO, salah satunya itu ada yang bawa senpi, masih dikejar," ujarnya.

Dalam kasus ini, John Kei dan anak buahnya dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]