Doni Monardo Sebut Jatim Sempat Habis Dana Danai RS Corona

CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2020 20:04 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo dalam agenda Refleksi Bencana Tahun 2019 dan Proyeksi Bencana 2020 di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/12). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur sempat kehabisan dana untuk membiayai rumah sakit khusus virus corona (Covid-19).

Doni menyampaikan hal itu terjadi pada bulan lalu, tepatnya satu hari jelang Hari Raya Idul Fitri. Dia mengaku dikabari langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Gubernur Jatim menghubungi saya itu pada tanggal bertepatan dengan malam takbiran, jam 23.30 WIB. Ibu Khofifah, dia mengatakan anggaran pemprov untuk operasional RS darurat sudah tidak ada lagi," kata Doni dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama BNPN di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).


Doni pun langsung meminta Gugus Tugas bergerak cepat. Dia juga meminta BPBD Jawa Timur untuk segera mencairkan dana yang dibutuhkan Pemprov Jatim untuk penanganan darurat.

Mantan Pangdam Siliwangi itu bilang akhirnya dana Rp10 miliar bisa cair. Dana itu langsung ditransfer ke Pemprov Jatim pada Hari Raya Idul Fitri.

"Ketika bank bisa mentransfer dana Rp10 miliar pada hari lebaran, hari pertama, Pak. Di sinilah bagaimana BNPB harus bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan daerah," ucapnya.

Doni memahami banyak daerah yang kesulitan dana dalam penanganan corona. Terlebih lagi daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus seperti Jatim. Maka Gugus Tugas akan mengusahakan bantuan dana.

"Ini tidak mungkin tidak kita bantu. Jadi kalau sudah resmi Pemda mengajukan usulan, dan kita tidak bisa memberikan bantuan, ini pasti akan kewalahan," ucap dia.

Jatim menjadi provinsi nomor dua dengan kasus positif corona terbanyak. Pada Selasa (23/6), ada 10.115 orang di Jatim yang terpapar corona.

Jumlah itu beda tipis dengan DKI Jakarta yang tercatat memiliki 10.250 kasus berdasarkan data pemerintah pusat.

(dhf/wis)

[Gambas:Video CNN]