75 Wisatawan di Puncak Bogor Reaktif Corona

CNN Indonesia | Minggu, 01/11/2020 15:10 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi BNPB, Rabu (10/6) Jalur puncak dipenuhi wisatawan saat libur panjang akhir pekan. (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 75 wisatawan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test virus corona (Covid-19) pada 29 Oktober hingga 1 November 2020. 

"Hasil rapid 29 [Oktober], dari 919 [yang] reaktif 50. Kemudian, 30 [Oktober], dari 177 [yang] reaktif dua. Kemudian, 31 [Oktober] dari 110 [yang] reaktif 12. Kemudian, sekarang 1 [November], dari 200 [yang] reaktif 11," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan kepada wartawan, Minggu (1/11).

Dia menerangkan mayoritas kasus reaktif corona ditemukan dari masyarakat yang datang dari luar Bogor. Namun, menurutnya, beberapa orang yang reaktif corona tersebut juga diketahui merupakan warga asli Bogor yang kembali atau pulang kampung.


"Ada warga Bogor, tapi sedikit. Hari ini campuran ya, ada warga Bogor, ada dari luar, kemudian ada juga yang pulang kampung," tutur Irwan.

Dia menambahkan, orang-orang yang reaktif corona telah menjalani tes usap atau swab. Irwan berkata, hasil tes usap tersebut akan diumumkan oleh pemerintah daerah asal orang tersebut dalam waktu dua hingga tiga hari mendatang.

"Kemarin kan reaktif langsung test swab, nanti hasilnya dua sampai tiga hari mendatang akan dikonfirmasikan melalui pemerintah daerah atau gugus tugas dari mana dia berasal. Kita koordinasi dengan pemerintah daerah bersangkutan," kata Irwan.

Sebelumnya, diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar rapid test virus corona terhadap wisatawan di jalur puncak.

Pelaksanaan rapid test massal dibagi menjadi tiga lokasi, yaitu Simpang Gadog Ciawi, Megamendung, dan Telaga Warna Cisarua, dengan mengerahkan 40 petugas kesehatan dari Dinkes Kabupaten Bogor.

(mts/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK