96 Kasus Corona di Malut, 9 Petugas Kelurahan Bandung Positif

CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 23:51 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf. (CNNIndonesia/Sahril Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 96 warga Maluku Utara (Malut) dinyatakan positif terpapar Covid-19 pada Rabu (24/6). Jumlah kasus baru ini ini merupakan rekor tertinggi di wilayah Maluku Utara.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut Alwia Assagaf menjelaskan kini total kasus positif di wilayahnya mencapai 560 orang, termasuk tambahan 96 orang.

"Sebaran kasus positif hari ini berasal dari Kota Tidore Kepulauan 39 orang, Kota Ternate 32 orang, Halmahera Utara 20 orang, Halmahera Barat 2 orang, Pulau Morotai 2 orang, dan Halmahera Selatan 1 orang," kata Alwia.


Total tambahan kasus positif itu menempatkan Malut sebagai provinsi dengan jumlah penambahan kasus positif terbanyak pada hari ini.

Malut berada di bawah Jawa Timur dengan tambahan 183 kasus, DKI Jakarta 157 kasus, dan Sulawesi Selatan 132 kasus.

Walau kasus positif meningkat, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Malut mengalami penambahan. Per 24 Juni ada 6 orang yang dinyatakan sembuh, empat di antaranya berasal dari Ternate yakni pasien HH (Kasus 18), RR (Kasus 82), MF (Kasus 85), dan HM (Kasus 133).

Satu pasien sembuh lainnya berasal dari Halmahera Tengah berinisial MB (Kasus 78) dan satu pasien asal Halbar berinisial AH (Kasus 191).

"Total pasien yang sembuh sampai hari ini berjumlah 88 orang. Sedangkan pasien meninggal karena Covid-19 tetap 26 orang," tandas Alwia.

9 Petugas Kelurahan Positif

Lurah Cijagra, Kota Bandung, Maman Suparman, menjelaskan, ada sembilan petugas di kantornya yang terkonfirmasi virus corona (Covid-19).

Dua di antara sembilan itu merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), satu anggota LPM, dua anggota Linmas, satu petugas Gober, satu Ketua RT, dan dua anggota Karang Taruna. Sembilan petugas tersebut telah diminta mengisolasi diri selama dua minggu.

"Hasil swab test 9 orang positif," ucap Maman, Rabu (24/6).

Maman mengatakan pihaknya merespons hal itu dengan membersihkan area kantor kelurahan dengan disinfektan oleh PMI Kota Bandung. Sebelumnya secara mandiri pihaknya juga telah melakukan hal yang sama.

"Penyemprotan dilakukan tiga kali sehari, pagi, siang dan sore. Pagi tadi dari PMI tingkat kota memang melakukan penyemprotan, sehingga lebih pekat disinfektannya. Sehingga sesudah penyemprotan tidak boleh dimasuki dulu selama beberapa jam," ujar Maman.

Atas hal itu, maka pelayanan sementara ditutup untuk sterilisasi kantor.

"Kita wajib melindungi dan memberikan solusi terkait kesehatan dan kegiatan pelayanan. Sehingga saya memerintahkan untuk menulis sementara pelayanan di kelurahan adalah via online. Bukan berarti ditutup tidak sama sekali," ungkapnya.

Maman memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Ia bahkan masih berkegiatan seperti menandatangani beberapa dokumen dan sebagainya.

"Tadi juga ada pelayanan saya tanda tangan. Jadi pelayanan tidak tutup, masih buka," ucapnya.

(iel/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK