Pemerintah Bolehkan Kolam Renang Dibuka Kembali

CNN Indonesia | Minggu, 28/06/2020 17:27 WIB
Orang tua dari anak dengan spektrum autisme (SA) dengan sabar menanti putranya menyelsaikan pertandingan renang Indonesia Autism Games. Jakarta, Sabtu, 20 Mei 2017. Perlombaan bagi individu spektrum autisme (SA) ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukan kemampuan dibidang olahraga dan untuk mempersiapkan Indonesia sebagai tuan rumah the 4th Congress of ASEAN Autism Games (AAN) pada tahun 2018. kompetisi renang ini terdiri atas dua kategori yaitu kompetitif dan partisipatif. Indonesia Autism Games sendiri diselenggarakan selama 20-21 Mei 2017 dengan mempertandingkan cabang olahraga renang dan lari. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Pemerintah membolehkan kolam renang kembali dibuka untuk umum sebagai sarana olahraga masyarakat di tengah pandemi virus corona (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membolehkan kolam renang dibuka kembali sebagai sarana olah raga untuk umum di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Akan tetapi, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

"Sudah banyak ditanya oleh banyak orang adalah, apakah kita sudah boleh menggunakan kolam renang? Iya," kata Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (28/6).

Reisa mengatakan pemilik usaha atau fasilitas kolam renang harus dapat memastikan air kolam renang menggunakan disinfektan dengan klorin 1-10 ppm atau bromin 3-8 ppm sehingga pH air mencapai 7,2-8.


Pemilik kolam renang pun wajib mengumumkan kepada pengguna di papan informasi setiap hari. Dengan begitu, informasi yang diberikan bisa diketahui oleh masyarakat yang menggunakan kolam renang.

Pemilik juga harus membersihkan terhadap seluruh permukaan dan area sekitar kolam renang seperti tempat duduk, lantai dan sarana sekitar kolam. Pembersihan wajib dilakukan dengan disinfektan secara rutin.

Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat untuk menjaga jarak saat berenang di kolam renang di tengah pandemi virus corona (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Dalam penyesuaian menuju new normal, Reisa berharap masyarakat pengguna kolam renang memiliki kesadaran secara pribadi untuk menjaga jarak. Baik di dalam kolam mau pun di area sekitarnya.

"Jumlah pengguna kolam renang harus dibatasi agar bisa menerapkan jaga jarak, baik di dalam atau pun sekitar kolam renang dan menerapkan jaga jarak terutama juga di ruang gantinya," jelas Reisa.

Kemudian, para pengguna harus membawa perlengkapan renang sendiri yang meliputi baju renang, kacamata hingga handuk. Penggunaan masker sebelum dan sesudah aktivitas renang juga wajib dipatuhi.

Reisa mengingatkan, jangan pernah memaksakan pergi keluar dari rumah jika kondisi tubuh tidak prima.

"Pengguna harus isi form self assessment risiko Covid-19," tegas Reisa.

Setiap fasilitas diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Pengguna kolam renang harus cuci tangan sebelum masuk dan diperiksa suhu dengan termometer tembak.

Jika suhu pengguna maupun pekerja lebih dari 37 derajat celcius setelah diperiksa sebanyak dua kali dengan selang lima menit, pelanggan tidak diperkenankan memasuki area kolam renang.

"Ingat betul, tujuan olahraga adalah untuk sehat dan badan kita kuat, yang sehat harus tetap sehat. Tingkatkan imunitas kita untuk melawan Covid-19 bersama," tuturnya.

(khr/bmw/gil)

[Gambas:Video CNN]