Istana Sengaja Rilis Video Teguran Jokowi Agar Publik Tahu

CNN Indonesia | Minggu, 28/06/2020 20:40 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam upacara hari Pancasila, Senin (1/6). Video Presiden Jokowi marah di hadapan para menteri sengaja dirilis agar masyarakat bisa mengetahui (Rusman-Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden RI Bey Triadi Machmudin mengatakan video Presiden Joko Widodo marah dalam sidang kabinet paripurna dirilis agar diketahui publik secara luas. Mulanya, Sidang Kabinet Paripurna itu dihelat tertutup.

Presiden Jokowi marah dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni lalu. Akan tetapi, akun Youtube Sekretariat Presiden baru mengunggah videonya pada hari ini, Minggu (28/6).

"Namun setelah kami pelajari pernyataan Presiden, banyak hal yang baik, dan bagus untuk diketahui publik, sehingga kami meminta izin kepada Bapak Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya baru di-publish hari ini," kata Bey mengutip Antara, Minggu (28/6).


Bey mengaku berulang kali melihat video berdurasi 10 menit itu sebelum meminta untuk dirilis agar bisa dilihat oleh masyarakat. Ada berbagai pertimbangan sebelum diputuskan untuk dirilis ke publik.

"Kami pelajarinya agak lama juga, pelajari berulang-ulang," kata Bey.

Dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi marah kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara lantaran tidak optimal menanggulangi krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19). Nada bicaranya berulang kali meninggi.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Bey Machmudin mengatakan, permainan Pokemon Go dilarang dimainkan di Kompleks Istana Kepresidenan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengaku berulang kali melihat video Presiden Jokowi marah sebelum dirilis ke publik (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Jokowi sudah menunjukkan kegusarannya saat baru mulai bicara. Dia mengatakan bahwa 3 bulan ke belakang hingga saat ini adalah masa krisis akibat pandemi corona. Namun, dia melihat masih ada anggota kabinet bekerja biasa-biasa saja.

"Saya melihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan," kata Jokowi.

Dia lalu menegaskan bisa saja melakukan tindakan yang tidak biasa. Misalnya dengan membubarkan suatu lembaga negara mau pun mengganti menteri atau reshuffle kabinet.

Jokowi mengatakan itu bisa dia lakukan demi kepentingan rakyat Indonesia. Dia siap mempertaruhkan reputasi politiknya.

"Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya. Kalau suasana ini bapak ibu tidak merasakan itu, sudah artinya tindakan2 yang keras akan saya lakukan," kata Jokowi.

(Antara/bmw/gil)

[Gambas:Video CNN]