Jokowi Singgung Reshuffle, PAN Enggan Spekulasi Masuk Kabinet

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 13:00 WIB
Wasekjen PAN Saleh Daulay saat ditemui wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (5/7). (Martahan Sohuturon/CNN Indonesia) Ketua DPP PAN Saleh Daulay belum membicarakan kans masuk kabinet usai Presiden Jokowi melontarkan rencana reshuffle (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Amanat Nasional (PAN) belum mau berspekulasi soal kans masuk dalam pemerintahan usai Presiden Joko Widodo melontarkan isu kocok ulang kabinet atau reshuffle.

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan pihaknya belum membicarakan hal itu. PAN lebih ingin fokus bekerja menangani pandemi virus corona beserta dampaknya.

"Jangan terlalu maju. PAN tidak memikirkan hal itu. Kami fokus membantu pemerintah menangani Covid-19," kata Saleh lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/6).


Meski begitu, Saleh mengapresiasi  Jokowi melontarkan wacana melakukan reshuffle. Dia menilai Jokowi peka melihat ada hal yang tidak beres dalam kabinetnya.

Saleh menilai sah-sah saja jika Jokowi sampai marah saat mengevaluasi kerja kabinetnya. Menurutnya, sangat mungkin kinerja menteri-menteri yang ada tidak memenuhi ekspektasi Jokowi sejauh ini.

"Implikasinya kan luas. Termasuk pada tingkat ekonomi masyarakat. Presiden juga khawatir betul dengan tingkat pengangguran yang semakin tinggi," tuturnya.

Saleh mendukung jika Jokowi akan melakukan reshuffle jika ada menteri yang dinilai lamban. Terlebih, Jokowi sebagai presiden juga memiliki hak prerogratif untuk merombak susunan kabinetnya.

"Jika beliau menilai perlu melakukan perombakan kabinet, bisa dilakukannya kapan saja. Tidak ada yang bisa menghalangi," ucap dia.

Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju menjadi perbincangan publik usai Presiden Jokowi marah pada para menteri dan pimpinan lembaga negara. Jokowi marah dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu.

Jokowi meminta kabinetnya untuk berbenah diri. Jokowi juga mengingatkan dirinya bisa mengambil tindakan luar biasa agar pemerintah bisa optimal menghadapi dampak dari pandemi virus corona.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Jokowi dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

(dhf/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]