Tangani Corona, Jokowi Minta Tim Medis Dikirim ke Luar DKI

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 14:00 WIB
Presiden Joko Widodo membuka rapat terbatas, Selasa (12/5) Presiden Jokowi meminta ada transfer tenaga dan peralatan medis ke daerah agar penanggulangan virus corona bisa lebih optimal (Dok. Biro Sekretariat Presiden/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo meminta agar ada terobosan kebijakan dari jajarannya dalam menanggulangi virus corona (Covid-19). Jokowi menyebut terobosan itu dapat dilakukan dengan menambah jumlah personel atau tenaga medis dari pusat untuk membantu penanganan corona di daerah.

Jokowi menyampaikan itu saat membuka rapat terbatas tentang Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 seperti disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/6).

"Saya minta ada terobosan yang bisa dilihat masyarakat dan kita harapkan betul-betul berdampak, tidak datar-datar saja. Bisa dilakukan dengan menambah personel atau tenaga medis dari pusat untuk provinsi di luar DKI yang tren penyebaran masih tinggi," ujar Jokowi.


Bantuan itu, kata Jokowi, juga bisa dilakukan dengan memasok lebih banyak peralatan untuk penanganan corona ke daerah. Ia menegaskan bahwa terobosan semacam ini harus dilakukan agar penanggulangan corona optimal di berbagai daerah.

"Mungkin bisa dibantu lebih banyak peralatan. Betul-betul dua hal tadi kita kontrol di provinsi, karena kalau tidak lakukan sesuatu, kita masih datar seperti enggak ada pergerakan signifikan," katanya.

Jokowi juga meminta agar kesiapan daerah memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal dapat melalui tahapan yang sesuai, yakni prakondisi, penentuan waktu yang tepat dan prioritas sektor yang akan dibuka.

Mantan wali kota Solo itu meminta agar daerah mengikuti panduan yang disusun pemerintah pusat sebelum memasuki new normal.

"Diberikan panduan, ada guidance dari pusat sehingga mereka tidak salah. Ada prakondisi, ada ketepatan timing, dan prioritas sektor mana yang dibuka itu betul-betul diberikan panduan," tutur Jokowi.

Sejauh ini, berdasarkan data pemerintah pusat, telah ada 54.010 orang di Indonesia yang positif terinfeksi virus corona per Minggu (28/6). Dari jumlah tersebut, 22.936 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 2.754 meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona.

Kasus positif terbanyak berada di Jawa Timur dengan 11.508 kasus. Sebanyak 831 di antaranya meninggal dunia dan 3.720 telah dinyatakan sembuh.

DKI Jakarta berada di urutan kedua dengan total 11.114 kasus. Dari jumlah tersebut, 625 di antaranya meninggal dunia dan 5.865 telah sembuh dari infeksi virus corona.

(psp/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]