Gugus Tugas Jatim soal 11.795 Kasus Corona: Juara Nasional

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 07:51 WIB
Petugas melakukan swab test atau tes usap pada santri Pondok Pesantren Moderen Gontor Darussalam untuk melakukan di gedung Universitas Islam Negeri (UIN), Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Kamis (11/6/2020). Sebanyak 138 santri yang berasal dari Sumatera Barat melaksanakan pengambilan tes usap sebagai salah satu syarat untuk kembali ke Pondok Pesantren Moderen Gontor Darussalam di Provinsi Jawa Timur. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/aww. Ilustrasi pelacakan kasus Corona. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)
Surabaya, CNN Indonesia --

Kasus positif Covid-19 per Senin (29/6) mengalami pertambahan sebanyak 240 orang, dengan jumlah total kasus Virus Corona mencapai 11.795 pasien.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, angka itu merupakan yang tertinggi secara nasional.

"Tambahan kasus kita juga cukup banyak hari ini 240 sehingga 11.795. Ini juara nasional," kata Joni, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/6).


Tambahan kasus itu terdiri dari 95 kasus dari Kota Surabaya, 3 di Kota Batu, 3 dari Kabupaten Malang, 4 di Bondowoso, 2 di Trenggalek, 1 di Ngawi, 1 di Kota Blitar, 6 di Sampang, 1 di Magetan, 1 di Kota Probolinggo, 1 di Kota Madiun, 1 di Tuban dan 3 di Kediri.

Kemudian, 17 kasus di Sidoarjo, 33 di Gresik, 4 di Ponorogo, 9 di Jombang, 5 di Sumenep, 3 di Kabupaten Mojokerto, 14 di Bangkalan, 2 di Kota Mojokerto, 3 di Kabupaten Pasuruan, 5 di Lamongan, 2 di Jember, 7 di Kota Malang, 6 di Kabupaten Blitar, dan 7 di Kabupaten Bojonegoro.

"Kasus baru yang terbanyak dari Surabaya, yang masih dilakukan tracing ada 129, masih pending, yang sembuh juga banyak, meninggal merata, tapi Surabaya yang paling banyak karena casenya juga tinggi," kata Joni.

Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah CoronaFoto: Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah Corona

Secara kumulatif, Kota Surabaya menjadi daerah penyumbang terbanyak kasus Corona di Jatim, yakni 5.606 kasus. Sidoarjo ada di urutan kedua dengan 1.523 kasus, dan Gresik 661 kasus.

Diketahui, kasus di DKI Jakarta pada hari yang sama tercatat mencapai 11.080 orang. Dari jumlah itu, 6.118 orang dinyatakan sembuh dan 636 orang lainnya meninggal dunia.

Lebih lanjut, Joni menyebut dari 11,795 total pasien Corona di Jatim, 6.613 orang (56,07 persen) di antaranya masih menjalani perawatan.

Kabar baiknya, angka pasien terkonversi negatif atau sembuh di Jatim bertambah sebanyak 121 orang. Hal itu membuat angka kesembuhan di Jatim mencapai 4.012 atau setara 34,01 persen.

Rinciannya, yakni 76 orang sembuh di Surabaya, 12 di Sidoarjo, 1 di Kota Pasuruan, 1 di Pamekasan, 2 di Kota Blitar, 2 di Sampang, 1 di Magetan, 1 di Kota Probolinggo, 1 di Tuban, 1 di Nganjuk, 3 di Kota Kediri, 2 di Kabupaten Kediri, 1 di Kabupaten Madiun, 1 di Ponorogo, 5 di Bangkalan, 2 di Lamongan, 2 di Jember, 4 di kabupaten Blitar dan 3 di Bojonegoro.

"Angka kesembuhan kita naik 34,01 persen, sudah cukup banyak," kata Joni, yang juga Direktur RSUD dr Soetomo, Surabaya ini.

Warga Surabaya antre berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, dan penggunaan masker, saat mengikuti rapid test yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN), Kamis (4/6).Survei Unair menyebut keptuhan warga Jatim terhadap protokol pencegahan Covid-19, termasuk penggunaan masker, rendah. (Foto: CNN Indonesia/Farid)

Meski demikian, angka pasien meninggal dunia akibat Corona di Jatim bertambah sebanyak 30 orang. Sehingga total pasien yang gugur akibat Covid-19 mencapai 896, atau setara dengan 7,60 persen.

Rinciannya yakni, 16 di Kota Surabaya, 1 di Kota Batu, 1 di Nganjuk, 2 di Sidoarjo, 3 di Gresik, 2 di Bangkalan, 1 di Kota Mojokerto, 1 di Lamongan, 2 di Kota Malang dan 1 di Bojonegoro.

"Meninggal cukup banyak, kita cukup sedih dengan kondisi seperti ini. Angka kematian kita sekitar 7,60 persen, lebih tinggi dari nasioanal," ujarnya.

Sementara itu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim saat ini tercatat ada 10.535 pasien. Sebanyak 4.456 pasien di antaranya masih diawasi, 4.835 pasien selesai diawasi atau sembuh, dan 1.244 pasien lainnya meninggal dunia

Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 29.477 orang, yang masih dipantau 5.167 orang, selesai dipantau 24.144 orang, dan 166 orang lainnya meninggal dunia.

(frd/arh)

[Gambas:Video CNN]