DKI Siapkan Integrasi Pembayaran Antarmoda Transportasi

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 04:32 WIB
Penumpang kereta MRT memindai kartu elektronik di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin, 1 April 2019. Mulai 1 Aprl, MRT memberlakukan tarif resminya. Beberapa mesin pemimdai kartu elektronik mengalami kerusakan yang mengakibatkan terganggunya mobilitas penumpang. CNNIndonesia/Safir Makki DKI Jakarta sedang menyiapkan integrasi pembayaran antarmoda transportasi. Ilustrasi. CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sistem integrasi pembayaran antarmoda transportasi. Hal ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat saat menggunakan transportasi umum di ibu kota.

Penyelenggaraan sistem integrasi pembayaran ini dilakukan tiga BUMD Jakarta, yakni PT MRT Jakarta, PT Transportasi Jakarta, PT Jakarta Propertindo, serta PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek selaku perusahaan joint venture antara PT KAI dan PT MRT Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan integrasi pembayaran antarmoda transportasi ini penting dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi massal. Selain itu, integrasi diharapkan dapat mendorong masyarakat memilih menggunakan transportasi umum massal.


"Dengan adanya pengintegrasian ini maka insyaallah pengguna moda transportasi umum di Jakarta jumlahnya akan meningkat, target kami bisa kembali ke situasi 1998 dimana porsi pengguna kendaraan umum di jalan raya 75 persen," ucap Anies dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/6).

Sebagai informasi, empat perusahaan telah menandatangani perjanjian awal Head of Agreement (HoA). Dalam perjanjian ini disepakati bahwa akan dibentuk perusahaan patungan, di mana tiga BUMD DKI masing-masing memiliki saham sebesar 20 persen.

Sedangkan, MITJ selaku joint venture antara PT KAI dan MRT memiliki saham sebesar 40 persen. Nantinya, perusahaan patungan akan menunjuk konsultan untuk melakukan studi terkait sistem integrasi pembayaran antar moda yang paling tepat bagi Jabodetabek.

Nantinya integrasi pembayaran ini akan menggunakan metode Electronic Fare Collection (EFC).

Lebih lanjut, Anies mengingatkan agar mekanisme sistem pembayaran integrasi tetap harus bermuara kepada keadilan sosial. Sistem integrasi pembayaran harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga berharap agar integrasi pembayaran ini mampu mewujudkan subsidi yang lebih tepat sasaran  sehingga masyarakat merasakan tarif yang lebih ekonomis dalam menggunakan jasa transportasi umum massal.

"Penduduk Jakarta biaya hidupnya tinggi dan salah satu komponen besar adalah biaya transportasi, ketika biaya transportasi bisa turun maka rakyat kita bisa saving lebih banyak," ujar Anies.

"Jika mereka bisa melakukan itu (menabung lebih banyak karena biaya transportasi murah) maka kemandirian mereka akan lebih tinggi," lanjutnya.

(dmi/agt)

[Gambas:Video CNN]