Anies Belum Buka Sekolah selama PSBB Transisi Fase Dua

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 16:49 WIB
Anggota Palang Merah Indonesia menyemprotkan desinfektan dalam upaya menahan penyebaran virus corona di dalam ruang kelas di SMPN 139 dan SDN Malaka Jaya 04 Pagi. Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum membuka sekolah dalam penerapan PSBB transisi kedua di Jakarta. Ilustrasi (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan belum membuka kegiatan belajar di sekolah saat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi kedua. Anies mengatakan masih memantau perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Jakarta.

"Begini, kalau terkait sekolah belum akan ada pembukaan sekolah. Kami masih memantau perkembangan wabah," kata Anies saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Rabu (1/7).

Anies menyebut anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling berisiko terpapar virus corona. Ia mengaku telah menerima laporan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti terkait potensi anak-anak tertular virus corona.


"Tadi dilaporkan oleh Kadinkes, risiko di anak-anak di kasus Indonesia dan Jakarta cukup tinggi," ujarnya.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan kegiatan belajar masih tetap dilakukan jarak jauh meskipun tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada 13 Juli mendatang.

"13 Juli mulai, tapi mulainya masih dalam pembelajaran jarak jauh. Tetap PJJ. Jadi awal tahun barunya masih tetap di rumah," kata Anies.

Infografis Daftar 92 Zona Hijau Corona Sekolah Boleh BukaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Daftar 92 Zona Hijau Corona Sekolah Boleh Buka

Sebelumnya, Anies memutuskan menutup kegiatan belajar di sekolah sejak pertengahan Maret 2020. Anies mengatakan para siswa baik SD, SMP, SMA/SMK belajar dari rumah masing-masing.

Anies kembali memperpanjang PSBB transisi untuk 14 hari ke depan. Ia meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan tak keluar rumah jika tak ada kepentingan mendesak.

Kebijakan PSBB diterapkan di Jakarta pertama ali pada 10 April 2020 selama 14 hari hingga 24 April 2020. DKI Jakarta adalah wilayah pertama yang menerapkan PSBB untuk menekan dan menanggulangi corona di Indonesia.

Kemudian, Anies memperpanjang PSBB selama 28 hari sampai 22 Mei 2020. PSBB diperpanjang karena kasus positif Covid-19 di Jakarta masih terus meningkat.

Ia kembali memperpanjang PSBB pada 19 Mei 2020 sampai 4 Juni. Setelah itu, Anies mulai menerapkan PSBB transisi sejak 5 Juni sampai 2 Juli. Kasus positif virus corona di Jakarta juga masih meningkat selama PSBB transisi.

(tst/fra)

[Gambas:Video CNN]