Banyuasin Jadi Zona Merah Penyebaran Virus Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 04/07/2020 05:15 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menanti kedatangan nakhoda dan awak tugboat Marina 1626 di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumsel, Kamis (28/5/2020). Sebanyak 10 orang ABK Tugboat Marina 1626 beserta Nakhoda yang membawa batu bara dari ambang luar berlabuh di Prajen Kabupaten Banyuasin Sumsel dievakuasi untuk menjalani swab test di Wisma Atlet setelah empat orang diantara awak mendapatkan hasil reaktif setelah dilakukan rapid test. ANTARA FOTO/Feny Selly/nz Ilustrasi virus corona. (ANTARA FOTO/FENY SELLY).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabupaten Banyuasin mengikuti jejak Palembang menjadi zona merah atau daerah risiko tinggi penularan Covid-19. Mereka berada di peringkat kedua kasus terbanyak di Sumatera Selatan.

Berdasarkan peta zonasi yang disusun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pusat, Kabupaten Banyuasin berwarna merah bersama Palembang. Ahli epidemiologi dari Univesitas Sriwijaya, Dr Iche Andriyani Liberty menyebut peningkatan risiko tersebut kemungkinan besar dipicu faktor lokasi Banyuasin dan Palembang yang bersebelahan.

Posisi tersebut turut memicu penambahan penyebaran kasus corona di Banyuasin.


"Dalam epidemiologi dikenal time-place-person, ketiga hal ini mempunyai kaitan dengan distribusi dan frekuensi sebuah kejadian kasus, karena secara geografis dekat maka mobilisasi penduduk Banyuasin ke Palembang tentu tinggi," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (4/7).

Namun ia mengatakan zona merah juga dapat mengindikasikan masih rendahnya hasil pembobotan skor yang diakumulasikan dari 14 indikator, yakni 10  epidemiologi, dua pengamatan kesehatan masyarakat, dan dua indikator pelayanan kesehatan. "Hasil akhir skornya mungkin hanya tercapai pada range 0-1,8 (zona merah)," kata dia.

Berdasarkan laman resmi GTPP Pusat, zona merah mengindikasikan penyebaran Covid-19 tidak terkendali, transmisi lokal terjadi dengan cepat, wabah menyebar secara luas dan banyak kluster-kluster baru.

Banyuasin sendiri mencatatkan kasus konfirmasi positif pertamanya pada 17 April atau tiga pekan sejak kasus pertama di Sumsel. Lalu, kabupaten berpenduduk 864.510 jiwa itu menjadi zona merah pada 10 Mei versi GTPP Sumsel.

Zona merah versi GTPP Sumatera Selatan sebelumnya hanya mengindikasikan bahwa wilayah tersebut ditemukan transmisi lokal atau cukup menghitung satu indikator. Kemudian sejak satu pekan lalu GTPP Sumsel memakai peta zonasi GTPP Pusat dan ternyata Banyuasin masuk zona oranye.

Zona Oranye atau risiko sedang mengindikasikan risiko penyebaran Covid-19 masih tinggi, potensi virus tidak terkendali, dan transmisi lokal hingga imported case kemungkinan dapat terjadi dengan cepat.

Namun pembaharuan GTPP Pusat per 28 Juni yang kemudian ditampilkan ke peta GTPP Sumsel pada 2 Juli, Kabupatem Banyuasin menjadi zona merah dengan total 163 kasus positif, tepat berada di bawah Kota Palembang yang mencatatkan 1.441 kasus positif Covid-19.

"Jumlah kasus konfirmasi positif kurang dari 200 tidak menjadi satu-satunya indikasi bahwa wilayah itu tidak berisiko tinggi, perlu dilihat kembali indikator-indikator lainnya," kata Liberty.

(Antara/agt)

[Gambas:Video CNN]